Letusan G. Guntur terakhir trjaid pada th. 1847. Sejak itu sampai th 1973 yaitu telah 126 tahun berlalu gunung api ini tidak pernah menunjukan peningkatan ini tidak pernah menunjukan peningkatan kegiatannya lagi. Dengan kata lain kata gunung api ini telah beristirahat lk. 126 tahun, padahal dalam masa th 1803 sampai 1847 itu tidak kurang dari 19 kali kegiatan/letusan terjadi.
Pelaksanaan pekerdjaan ini sesuai dengan tugas jang diberikan oleh Kepala Urusan Vulkanologi, jaitu pemindahan pesawat gempa elektromaknetik di Bojolali, serta kalibrasi pesawat2 gempa lainnja disekitar G.Merapi dan G.Kelut.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.
dengan adanya kegiatan vulkanuk umunya di tanah air pada waktu akhir-akhir ini (1960/1961) dan khususnya kegiatan G. Slamet pada akhir tahun 1960 sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan vulkanologi metasa perlu mengadakan permeriksaan puncak G. Slamet untuk mengetahui perubahan perubahan apa yang telah terjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan -kemungkina…
Menghubungi Madahansip Djawa Timur untuk mendjelaskan isi surat Kep. Bagian Volkanologi tgl.27-9-1965 No.2979, mengenai pengamatan gunungapi-gunungapi di djawa timur. Menghubungi Kamasak Kediri untuk pengawasan G. Kelut akhir-akhir ini.
Pada tanggal 9 November 1971 diterima kawat dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang adanya peningkatan kegiatan G. Sundoro. Disamping itu diterima pula laporan lisan tentang hal yang sama dari petugas Dinas Vulkanologi yang Sedang melakukan pemetaan geologi didaerah pegunungan dieng. Kegiatan yang terlihat adalah hembusan asap setinggi lk. 300 meter diatas puncak, terjadi pada …
G. Makian adalah salah satu diantara 127 buah gunungapi di Indonesia yang terhitung aktip dan salah satu diantara 51 buah gunungapi yang perlu mendapat pengawasan yang teratur. Letusan G.Makian dapat disejajarkan dengan letusan G.Kelut di Jawa Timur atau letusan G.Awu di P. Sangir Besar. Gunungapi2 ini biasanya meletus dengan dahsyat dalan waktu yang relatip berlangsung sangat pendek, katakan k…
Pada tanggal 24 Djanuari 1965 kira-kira pukul 09.11 waktu setempat (Waktu Indonesia Bagian Timur), penduduk PP. Sula (Maluku) chususnja penduduk P. Sulabasi telah digemparkan oleh suatu gerakan bumi jang dahsjat sehingga banjak diantara penduduk menjangka tibaja hari "kiamat".