Dalam rangka kunjungan kerja MENKO KESRA dan MENDAGRI ke daerah pengungsian akibat bencana letusan G. Colo dan G. Gamalama, penuli di tunjuk mewakili Bapak Direktur Jenderal Pertambangan Umum (Anggota Badan Kordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam)
G. Makian adalah salah satu diantara 127 buah gunungapi di Indonesia yang terhitung aktip dan salah satu diantara 51 buah gunungapi yang perlu mendapat pengawasan yang teratur. Letusan G.Makian dapat disejajarkan dengan letusan G.Kelut di Jawa Timur atau letusan G.Awu di P. Sangir Besar. Gunungapi2 ini biasanya meletus dengan dahsyat dalan waktu yang relatip berlangsung sangat pendek, katakan k…
Setelah letusan G. Galunggung 5 April 1982 berkesinambungan sampai pertengahan Mei 1982, maka timbul suatu gagasan untuk memonitor tingkah laku kegiatan gunungapi ini lebuh intensif lagi dengan mengerahkan segala potensi yang ada pada Direktorat Vulkanologi
Letusan G. Galunggung dapat mengakibatkan bahaya primer yakni bahaya langsung pada waktu letusan terjadi dan bahaya sekunder yakni bahaya sebagai akibat setelah letusan.
Pengamatan kegiatan gunung Tangkubanprahu dilakukan secara tetap dari sebuah pos pengawasan yang terletak di tepi atas kawah Ratu bagian selatan pada ketinggian +2030 meter dari muka laut.
Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
Evaluasi lahar ini disusun sebagai kelanjutan hasil pertemuan unsur SATKORLAK PBA Tingkat I Jawa Barat yang diadakan hari Selasa tanggal 9 Agustus 1983 di Ruang Sidang Gedung Sate, Jln. Diponegoro 22, Bandung. Pada waktu itu penulis ditunjuk mewakili Direktur Direktorat Vulkanologi. Materi tulisan ini pada dasarnya telah diungkapkan dalam pertemuan tersebut, namun beberapa informasi ditambahkan…
Ulasan dari ke tiga buah conto batuan hasil ledakan G. Bromo pada bulan Juli 1980 adalah bahwa batuan ini berupa skoria dan bom gunungapi dari andesit piroksen. Pada umumnya disu-sun oleh mineral plagioklas, piroksen, bijih dan mineral pe-ngiring apatit, sedangkan masa kaca merupakan masa dasar batuan yang tidak sedikit jumlahnya.
Peramalan letusan gunungapi masih merupakan masalah yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan secara tuntas menginat sifat yang berbeda pada masing - masing pada umumnya
Tulisan ini dimaksudkan sekadar mengetahui perkembangan kegiatan G. Kelut dan pengawasannya pada waktu akhir akhir ini. Beberapa contoh letusan masa lampau telah digunakan untuk mencoba memperkirakan jangka waktu istirahat antara dua letusan berturut turut dan pula bahaya letusan yang akan datang. Letusan G. Kelut "terakhir" terjadi pada tahun 1966 dan dapat dikatakan keadaan kegiatannya mereda…