Peramalan letusan gunungapi merupakan suatu tugas yang sangat sulit untuk dicapai ketepatannya. Oleh karena itu un-tuk mendukungnya diperlukan sebanyak mungkin hasil pengamat-an gejala vulkaniknya. Khususnya G. Lamongan yang relatif 'sering' menghasilkan letusan samping dibandingkan dengan gunungapi lainnya, segala gejala vulkaniknya perlu diamati secara sinambung. Tetapi pada waktu ini baru te…
G. Lamongan (1651 m di atas suka laut) merupakan sebuah gunungapi yang mempunyai banyak kawah samping (maar/ranu) maupun kerucut-kerucut parasit di sekitarnya, semuanya ada sekitar 55 buah. Tetapi dalam kesempatan ini hanya dilakukan pemeriksaan kawah enja. G. Lamongan merupakan gunungapi dengan puncak kembar, sebuah lagi dengan nama G. Tarub.
Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…