G. Kelut terakhir meletus pada 10 Februari 1990, setelah lebih dari 5 tahun setelah kejadian tersebut, perlu dievaluasi dan didata ulang berbagai aspek yang menyangkut perkembangan pemukiman, pembangunan, dan semua usaha penanggulangan bahayanya.
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan gunungapi kw. ijen dilaksanakan di Kecamatan Perwakilan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Maksud dan tujuan penyuluhan ini ialah memberikan pengertian serta pemahaman tentang bahaya letusan gunungapi, terutama kw. ijen dan sekaligus juga memberikan penjelasan tentang penyebarluasan informasi kegiatan kw. ijen kepada Pemerintah Daerah, pemuka adat, tokoh masyara…
Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.
G. Tangkoko yang bertipe strato sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan-bangunan ataupun pemotretan bangunan-bangunan penting yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Semua…