Pemetaan kawasan Gunungapi Gagak dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rencana Gunungapi Gagak, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detil tataruang daerah disekitar Gunungapi Gagak di Jawa Barat.
Tempat penambangan belerang berada pada lubang solfatara dibagian selatan danau kawah Ijen. Endapan belerang yang berwarna kuning terang dengan bau gas sangat kuat dan menyengat, itu tidak mengganggu kegiatan penambangan yang terus berlangsung sejak puluhan tahun silam, hanya kadang - kadang terhenti oleh peningkatan kegiatan gunung api.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C
Kegiatan vulkanik G.Raung dipantau secara visual dan seismik di Pos PGA G. Raung di daerah Mangaran. Pemantauan visual dilakukan pada saat cuaca baik sedangkan pemantauan seismik dilakukan 24 jam selama pesawat pencatat gempa itu tidak mendapat gangguan.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta memberikan pengarahan - pengaahan kepada penduduk disekitar Daerah Bahaya G.Semeru yang di prakarsai oleh Pemda Lumajang, Direktorat Vulkanologi diundang untuk memberikan penjelasan tentang keadaan G. Semeru serta bahayanya.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
Pengamatan visual dan pemeriksaan kawah pada bulan Mei - Juni 1994, tidak mendapatkan adanya peningkatan bualan dan tidak ada laporan dari penambang belerang tentang bualan tersebut, yang ada hanya bualan gelembung gas yang berlangsung terus seperti biasanya.
The Ombilin Basin is a Tertiary intermontane basin, located within the Barisan Mountain Range of West Sumatera. Despite its relatively small Tertiary basin covering approximately 1500 sq km within the Padang Highland, the Ombilin Basin contain sequence of Tertiary sediment up to 15,000 ft thick. The basin is well known for coal mining carried out since 1891 in Sawahlunto area. Based on ARI/ s…
Kegiatan eksplorasi umum batubara Blok Rantau Kumpai, Kabupaten Ogan Komering Ulu merupakan tindak lanjut kegiatan prospeksi batubara di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih rinci dari wilayah prospek batubara dan dalam rangka melengkapi data neraca sumber daya batubara nasional. Kegiatan penyelidikan dilakukan dengan menggunakan metode…