G. Bromo yang tingginya 2329 m, terletak di desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, Jawa Timur pada posisi geografi-7°56,5 Lintang selatan dan 112°, 57 Bujur timur adalah suatu gunungapi aktif. Gunungapi ini berada di daratan "laut pasir dengan jari-jari lk. 4 km yang terletak di dalam Kaldera Tengger yang berukuran Barat-Timur lk. 10 km dan Utara-Selatan 1k. 9 km. Gunungapi tersebut m…
Maksud dan tujuannya yakni bahwa kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pengykuran suhu Ranu - Ranu di sekitar Gunung Lamongan serta pengamatan visual dan pengukuran suhu solfatara Gunung Bromo untuk mendapatkan data kegiatan Gunung Bromo dibandingkan dengan sebelumnya.
G.Bromo menunjukkan kegiatan yang benar - benar tenang. Sedangkan pemeriksaan Mei 1984 melaporkan bahwa letusan - letusan terjadi dari 12 s/d 31 Mei. Abu yang dihasilkan oleh letusan tersebut terendap di sekitar kawah. Di bibir kawah setebal lk 1 m.
Penelitian data geologi Komplek G. Bromo - Tengger merupakan salah satu rencana kerja seksi penginderaan jauh. Sub Direktorat pemetaan geologi gunungapi, DIrektorat Vulkanologi dalam pelita III tahun anggaran 1982/1983.
Penyebaran produk komplek G. Bromo Tengger ini meliputi empat daerah Kabupaten yaitu, Kab. Pasuruan di Utara, Kab. Probolinggo di bagian Timur, Kab. Lumajang di Selatan dan Kabupaten Malang di bagian Barat G. Bromo sendiri terletak pada posisi geografis 7°56' Lintang Selatan dan 112° 57 Bujur Timur.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebaran pro-duk gunung ini baik secara vertikal maupun lateral yang di-dasarkan pada analisa potret dan citra landsat, yang nantinya diharapkan dapat untuk membantu disiplin kerja lainnya di ling-kungan Dit. Vulkanologi.
Gunung Bromo termasuk gunungapi type A yang sampai sekarang masih melakukan kegiatan. Oleh karena itu peme taan geologi ini diharapkan memberikan gambaran tentang sejarah perkembangan geologi gunungapi tersebut.
Ulasan dari ke tiga buah conto batuan hasil ledakan G. Bromo pada bulan Juli 1980 adalah bahwa batuan ini berupa skoria dan bom gunungapi dari andesit piroksen. Pada umumnya disu-sun oleh mineral plagioklas, piroksen, bijih dan mineral pe-ngiring apatit, sedangkan masa kaca merupakan masa dasar batuan yang tidak sedikit jumlahnya.
Gunung Bromo yang tingginya 2329 m, terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berlangsung 'Kesodo', Upacara keagamaan Hindu Budha, setiap setahun sekali bagi masyarakat Tengger.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…