G. Ciremai (3078) adalah gunungapi strato, termasuk kedalam zona Bogor Utara bagian Timur dimana terdapat struktur sesar berarah utara, sesar tersebut dikenal sebagai "Anjak Baribis" atau baribis thrust. Batuan yang mendasari komplek G. Ciremai adalah batuan sedimen tersier yang dapat dijumpai sebelah barat, utara dan timur G. Ciremai.
Kegiatan survai rinci geokimia (Pertagastech) di daerah panas bumi Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi resiko eksplorasi panas bumi di sisi hulu. dimaksudkan untuk mendapatkan sifat fisik dan kimia manifestasi panas bumi, serta kandungan Hg, Arsen dan H2S pada udara tanah, bertujuan untuk mengetahui karakteristik fluida, …
Daerah panas bumi Gunung Ciremai terletak di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2021, PSDMBP melakukan survei rinci geologi, geokimia, geofisika (gaya berat dan magnetotellurik (MT) serta TDEM) di daerah ini dalam rangka eksplorasi panas bumi oleh pemerintah. Hal ini dilakukan dalam rangka meminimalisasi resiko pengembangan panas bumi. Dari hasil survei geologi, diketahui bahw…
Kegiatan survei rinci di Daerah panas bumi Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan untuk mengidentifikasi peranan kontrol struktur geologi terhadap zona permeabilitas dan mengetahui zonasi mineral ubahan serta mengestimasi umur batuan atau proses hidrotermal yang terjadi, dalam kaitannya dengan pembentukan sistem panas bumi di daerah Gunung Ciremai, melalui penga…
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Khusus daerah-daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
sehubungan dengan telah terjadinya peningkatan kegempaan vulkanik di gunungapi ciremai sejak november 1999, yang selanjutnya perhatian pengamatan atau pemantauan lebih diperhatikan terhadap gunung ini yaitu dengan melakukan penelitian hypocenter dengan menggunakan seismograf digital 7 station.
Gunung Ciremai adalah salah atu gunungapi aktif di Jawa Barat, yang merupakan batas antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan majalengka. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1937/1938, kegiatan letusan berlangsung 24 Juni 1937 hingga 7 Januari 1938. Pusat letusan dari kawah Sentral. Sebaran abu hasil letusan 1937/1938 ialah daerah seluas lk. 52,500 km2 (Kusumadinata 1971)
Berdasarkan SPPD No.608/0441/3402/1987 dari tanggal 7 Hopem- ber 1987 sampai dengan 1 Desember 1987 yakni selama 25 (dua puluh lima) hari, penulis ditugaskan untuk melakukan pemerik saan/penyelidikan G. Ciremai secara visual.
Pada Agustus 1986, penulis berkesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke Pos PGA G. Ciremai, G. Guntur, G. Galunggung dan G. Tangkubanparahu dengan SPPD No.994/2/86. Tugas pokok adalah melakukan pengamatan seismik G.Ciremai, akan tetapi disamping itu melakukan inspeksi ke masing-masing Pos PGA di Wilayah Jawa Bagian Barat, guna mendapatkan data situasi keadaan Pos PGA pada saat ini
G. Ciremai adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat dan terletak pada batas tiga wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon.