G. Banda Api salah satu gunungapi aktif di kepulauan Banda, terletak di-dalam wilayah Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Jaraknya lk. 210 km sebelah tenggara Ambon. Posisi geografinya terletak pada garis Lintang Selatan 4°31'30" dan 120°52'17" Bujur Timur. Menurut Neuman van Padang (1951) puncaknya berketinggian 658 m dari atas permukaan laut dan 1150 m di atas dā¦
Sehubungan dengan aktivitas Gunungso Gamslams yang sarinis menunjukkan kegiatannya, maka perkembangan pemukiman di dalam Deerah Bahaya selalu dimonitor, khususnya lesbah-lemban sungsi yang berbahaya, sebagai salah satu upaya untuk memperkecil Jumlah korban. Usaha tersebut tidak lepas dari keserasian dalam kerjasama yang dikordinasikan antara instansi terkait dalam organisasi yang disebut SATLAKā¦
Maksud dari pekerjaan ini ialah untuk mengadakan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya Gunung Dempo sesuai dengan rencana dalam Pelita I tahun ke III. Daerah bahaya sementara G.Dempo telah dibuat hanya berdasarkan peta dan pustaka oleh seorang pensiunan pegawai vulkanologi dibantu oleh juru ukur.
Pemetaan panas di daerah manifestasi panasbumi daerah Sorik Merapi di maksudkan untuk mengetahui derajat panas, penyebaran dan luas kenampakan dari masing-masing kenampakan gejala panasbumi serta untuk mengetahui penyebaran alterasi relatif daerah yang terubah akibat manifestasi panasbumi. tingkat
Dalam Pelita IV tahun anggaran 1989 diberangkatkan satu tim 1990, telah ke pemetaan daerah bahaya gunungapi Gunung Kaba selama 30 (tiga puluh) hari sejak 24 Mei 1989 sampai 23 Juni 1989.
Pada Pelita V tahun ke 2 pada tahun anggaran 1990-1991, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya dari Seksi Penanggulangan Bahaya, Subdirektorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke daerah G. Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Dalam rangka melaksanakan Program Pelita IV tahun I, pada 10 Desember 1984 telah diberangkatkan satu regu pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke Gunung Rajabasa selama 60 (enam puluh) hari.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Kerinci, dan G. Sorik MErapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.
Peta daerah bahaya ditentukan berdasarkan penelitian lapangan laporan- laporan sebelumnya. Naskah referat Gunung Sorik Marapi oleh Adnawidjaja yang telah selesai dibuat pada tanggal 14 September 1970 telah memperkirakan batas - batas daerah bahayanya, berdasarkan peta topografi dan tiga laporan sebelumnya.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Talang, G. Kerincing, dan G. Sorik Merapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.