Gunungapi kelut adalah gunungapi andesitik bertipe strato, merupakan gunungapi aktif (tipe A) yang sangat berbahaya, dimana erupsinya sering menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lahan, terutama daerah kediri dan blitar. Ancaman bahaya utamanya berasal dari danau kawah yang ada di puncak. Lokasi gunung ini terletak di dalam tiga wilayah kabupaten, yaitu kabupaten kediri, kabupaten blitar dan ka…
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Periode letusan yang trjadi pada abad 20 ini, secara kasar, berselang antara 15 hingga 32 tahun. Gunungapi ini membatasi wilayah-wilayah kabupaten kediri di bagian utaranya, kabupaten blitar di selatannya dan kabupaten malang di sebelah Timurnya. Sehingga aktivitas vulkaniknya sangat berpengaruh terhadap kondisi geografis, ekonom…
Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi, Direktorat Vulkanologi, tahun anggaran 1987/ 1988 pada 28 April sampai 2 Mei 1987 bekerja sama dengan United States Geological Survey (USGS) memasang radio-tele-seismograph (RTS) atau pemantau gempa jarak jauh di G.Kelut, Jawa Timur.
G.Kelut terkenal sangat berbahaya karena letusannya selalu menelan banyak korban manusia. Asal dari bencana adalah adanya danau kawah di puncak gunung yang dilemparkan pada setiap letusan. Masa air ini bercampur dengan bahan vulkanik lepas turun sebagai aliran lumpur atau lahar letusan dan merusak segala yang dijumpainya.
Sebagai pelaksanaan kegiatan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi, Proyek Penyuluhan Vulkanologi (P2V) sejak 10 Mei hingga 24 Mei 1985 telah dilakukan pengumpulan informasi lapangan mengenai kependudukan dan pemukiman di dalam Darah Terlarang dan Daerah Bahaya G.Kelut.
Maksud penugasan tersebut untuk mengadakan pengukuran kedalaman dan suhu dasar Danau Kawah G.Kelut dan membuat Peta Dasar Kedalaman dari danau kawah tersebut, juga memasang pelampung di tempat yang perlu dan yang di anggap penting atau di lokasi yang suhunya tinnggi.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap Pos - Pos Pengamatan di Jawa Timur dan Jawa Tengah bahwa bangunan - bangunan tersebut pada umumnya masih baik dan masih dapatt dipergunakan. Hanya perlu ditekankan disini bahwa sarana bangunan tersebut mengingat pada umumnya lokasinya terletak agak jauh dari kota dan keadaan alam sekitarnya menuntut secara rutin diadakan perawatan yang intensif agar lebih t…
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…