Alat pemantau kegiatan gunungapi dengan sistem elektronika perlu mendapat perawatan dan pemeliharaan yang seksama mengingat kepekaannya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan atau gangguan yang dapat mengganggu terhadap kesinambungan data yang diperoleh dari ketelitiannya. Seperti halnya alat pemonitor ungkit (tilt) elektronika yang telah dipasang di Gunung Tangkubanparahu sejak tahun 1985 y…
Pemasangan pilar dan pengukuran deformasi metoda ungkit kering dilakukan sejak mulai bulan Maret 1989. Dari hasil pengukuran Mei 1992 dibandingkan Juli 1991 dari stasiun deformasi yang jaraknya lebih dekat puncak menunjukan perubahan yang tidak berarti/relatif kecil.
Pengukuran deformasi cara ungkit kering (tilting) di sekitar G. T. Parahu untuk memperoleh data pengukuran deformasi, sejak tahun 1986 tidak dilakukan pengukuran dan keadaan aktivitasnya relatif menurun, sedangkan pada permulaan tahun 1992 jumlah gempa vulkaniknnya mulai meningkat, sehingga pada bulan Mei 1992 mulai dilakukan pengukuran deformasi kembali G. Tangkubanparahu, disertakan pengukura…
G.Tangkubanperahu dan G.Gede adalah gunungapi aktif type A di Jawa Barat, yang dipantau terus menerus secara visual dan seismik dari masing - masing Pos pengamatan gunung tersebut. Pemantauan dengan metode "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1981 di G.Tangkubanperahu dan sejak tahun 1991 di G.Gede. Periode pemantauan tidak menentu dan tergantung dari jumlah anggaran proyek yang tersedia sert…
Pengukuran ungkit kering (dry tilting) di Gunung Cireme dimaksudkan untuk memperoleh data guna menunjang disiplin ilmu lain untuk mengetahui tingkat kegiatan gunung api tersebut.
Sehubungan dengan peningkatan peningkatan kegempaan G.T. Parahu pada akhir bulan September 1992, maka tim deformasi melakukan pengukuran konstante di St. Pos Vulkanologi dan St. Jayagiri serta pembuatan pelindung dan perbaikan 2 bensmark di St. Kawah Ratu
Menurut SPPD No.1149 s/d 1153/0441/3402/1992, dari tanggal 2 s/d 16 Desember dilakukan pengukuran cara ungnkit kering G.Tangkuban Parahu, pengukuran konstante di St. Bunderan, pembuatan pelindung Bensmark di St. Kawah Ratu dan pembuatan sebuah Bensmark tambahan di St. Bunderan
Pengukuran deformasi ungkit kering di G.Guntur, Kabupaten Garut dilakukan pada bulan Juli 1991, disertai dengan pengecekan dan perbaikan tanda bensmark pada beberapa stasiun ungkit kering.
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.