Kerjasama antara indonesia dengan amerika serikat c.q Direktorat Vulkanologi dengan USGS (United State Geological Survey) telah dimulai pada awal dekade 80 an, dengan memberi bantuan tenaga ahli sebagai konsultan untuk mitigasi bencana letusan gunungapi serta bantuan peralatan monitoring modern pada saat itu. Pada saat itu penanganan G. Merapi sudah mendapatkan perhatian utama dalam kerjasama t…
Salah satu tugas dan fungsi seksi gunung merapi adalah penetapan status aktivitas gunung merapi, untuk menanggapi tugas tersebut maka dibutuhkan kontinyuitas dan kualita data dari peralatan monitoring yang terpasang dilapangan, sebagai jawabannya adalah peralatan peralatan monitoring lapangan yang terjadwl, serta pengelolaan dan pengarsipan data monitoring secara terpadu dan mudah diakses oleh …
Sistem telemetri tiltmeter di G. Merapi merupakan hasil kerjasama antara direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi c.q BPPTK dengan United Stated Geological Survay (USGS/VDAP). Sistim telemetri tiltmeter ini terdiri dari 4 (empat) unit stasiun yang telah terpasang di puncak dan lereng G. Merapi pada awal Juli 2003.
G. Merapi adalah gunungapi yang sangat aktif terdapat di Indonesia. Gunungapi ini meletus dengan kisaran waktu sekitar dua tahun sekali dengan menghasilkan aliran piroklastika guguran lava atau biasa disebut oleh penduduk setempat "Wedhus gembel". Tipe letusan seperti ini merupakan ciri khas dari G. Merapi setelah tahun 1901.
Salah satu teknik pemantauan geodesi, GPS mempunyai beberapa keunggulan diantaranya adalah kemampuan GPS untuk memberikan posisi 3 dimensi secara langsung. Karena itu GPS sering digunakan untuk pemeaan topografi meninggalkan metoda konvensional yang lain ( theodolite atau EDM). Deformasi di puncak merapi erat kaitannya dengan keberadaan retakan retakan yang terjadi di sekitar kubah lava.
Salah satu metoda yang digunakan untuk memantau/menyelidiki aktivitas gunungapi adalah metode Deformasi, dimana metode ini berdasarkan pada perubahan fisik gunungapi. Perubahan bentuk tubuh gunung yang terjadi akibat adanya proses migrasi magma dan tekanan magma yang menuju permukaan disebut dengan gejala deformasi.
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Dengan surat perintah No. 401/P/84 tanggal 4 Mei 1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pekerjaan antara lain ialah :Mencari data kegiatan G. Merapi secara visual yang terjadi dewasa ini, data tersebut sebagai bahan perbandingan dengan bulan sebelumnya. Melakukan pemeriksaan laharan di S.Putih, S. Bebeng, S.Krasak dan tujuannya adalah untuk menduga volum endapan lahar dan penentuan daerah yang…
2 eksemplar