Dari data-data kegempaan yang di peroleh menunjukkan pada saat ini gunung guntur dalam keadaan aktif normal. Gempa-gempa vulkanik yang terekam pada bulan januari hingga april 1997 bersumber di sekitar gunung guntur dengan kedalaman 1.7-22,5 km dan sebaran acak.
Penyelidikan metode gaya berat di G.Guntur dilakukan untuk melihat pola sebaran densitas batuan di komplek G. Guntur baik secara lateral maupun vertikal. Dari pola sebaran densitas ini kemudian kita bisa menafsirkan keadaan struktur bagian dalam tubuh gunung tersebut.
Pemetaan zona risiko bahaya G.Guntur dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkat risiko yang timbul sebagai akibat bahaya letusan G.Guntur dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Tahun Anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi ke G. Guntur dan G. Papandayan, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Maksud dan tujuan tim ini adalah selain pendataan informasi kependudukan, tata guna tanah, tingkat kerawanan bahaya Gunungapi, juga menga…
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Kompleks Gunung Guntur. Kompleks ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu G. Masigit (2249) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari G. Masigit terdapat kerucut G. Parukuyan (2135m), G. Kabuyutan (2048) dan G. Guntur. Gunungapi Guntur ini merupakan kerucut termuda dari kerucut-kerucut dal…
Bumi dan isinya menunjukkan aktivitas alam membuat manusia mempelajarinya sehingga timbullah ilmu geosains. Geosains merupakan ilmu dasar yang mempelajari bumi dan isinya. Geosains memiliki berbagai cabang ilmu seperti geologi, geofisika, geokimia, dan lain sebagainya.