Pelaksanaan Zona Risiko Bahaya Gunungapi G. Semeru, Jawa Timur, dimulai dari tanggal 23 Mei 1994 sampai dengan 16 Juni 1995. Tujuan dari pada pemetaan ini adalah untuk mengetahui tingkat nilai risiko yang timbul pada objek - objek bencana di dalam suatu kawasan rawan bencana.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
G. Semeru termasuk gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi G.Semeru dinamai Mahameru (+ 3676 m dpl) merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko. Kawah ini terbentuk pada tahun 1913 dan sejak 1946 hingga sekarang …
Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri dari banyak gunungapi, disamping Jepang, New Zealand, Italia, Amerika Serikat, dan Filipina (Munir, M. 1996). Sekitar 129 gunungapi tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Dimana penyebarannya berada disepanjang sabuk gunungapi Indonesia mulai dari kawasan Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara dan menerus hingga perairan Maluku dan kawasan Sulawesi Utara.