Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.
Kegiatan G.Galunggung meningkat didasarkan atas laporan melalui telpon dari kantor Karesidenan Priangan pada tgl 26 April 1963, berikut tgl 27 April 1963, kemudian disusul dengan surat no. Pem/3042/3/63 jang diterima di Direktorat Geologi pada tgl 30 April 1963.
Menurut VAN BEMMELEN (1937, h. 170) Gunung Semeru terletak pada rusuk selatan geantiklin Jawa, dibagian yang tenggelam, yang setempat amblas lebih dari 300 meter. Dengan demikian kaki dari gunungapi raksasa ini dipisahkan dari gunungapi Jembangan di utara dan dari "Pegunungan Selatan" di selatan oleh fatu-fatu yang khas berjurus timur barat. Di lihat dari Selatan, gunungapinya menunjukkan keruc…
NEUMANN VAN PADANG (1951, h. 79) menulis bahwa menurut VAN BEMMELEN (1949, Jl. 1, hh. 641 644) Gunung Tangkuban Perahu yang sekarang muncul sebagai fasa paling muda dari komplek gunungapi Sunda, sebelah utara Bandung, setelah ini runtuh dan mengalami patahan. Bagian pun- cak dari gunungapi kembar ini memanjang ke jurusan timur barat dise- babkan perpindahan sepanjang jarak 1100 meter. Banyak si…
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Antara tanggal 19 hingga 30 November 1961 telah dilakukan pemotretan dari udara diatas daerah sekitar G.Merapi, Djawa Tengah, dengan maksud untuk mengumpulkan keterangan - keterangan jang nantinya dapat dipakai sebagai pegangan pada penafsiran daerah - daerah jang akan bandjir serta akibat2nja.
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Menurut berita dari Tasikmalaya, yang diterima oleh Kantor Karesidenan Perianagan pada tanggal 7/4-59, maka G. Galunggung tampak mengeluarkan asap yang lebih tebal dari pada yang sudah - sudah, sedangkan dari jauh mengeluarkan asap.
G.Galunggung sejak tgl 7 April bertambah giat bekerjanya. Kegiatan tsb meliputi keluarnya asap yang lebih tebal daripada yang sudah - sudah dan adanya 7 kelompok fumarola diantaranya ada yang terdapat pada G. Warirang.