Gunungapi Ungaran merupakan gunungapi strato bertipe C, terletak di wilayah kabupaten Semarang, kendal dan temanggung, provinsi Jawa Tengah. Gunungapi ini mempunyai lebih dari satu puncak engan titik tertinggi terletak di G. Botak (2500 m dpl). Puncak G. Ungaran sendiri berada pada ketinggian 2027 m dpl.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Pada tahun anggaran 2001 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan visual puncak dan kegempaan gunungapi sundoro, yang berlokasi di wilayahkabupaten Temanggung dan Wonosobo, provinsi Jawa Tengah.
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan ini perlu kiranya dilakukan usaha untuk membantu penyusunan tata ruang dan tata guna lahan di daerah gunungapi sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin, namun risiko bahaya gunungapinya dapat ditekan seminimal mungkin.
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi jawa bagian timur, subdit pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi, pada tahun anggaran 2000 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan visual puncak dan kegempaan gunungapi sundoro, yang berlokasi di wilayah kabupaten Temanggung dan Wonosobo, propensi Jawa Tengah.
Sejak akhir April 1999, G. Slamet baik secara seismik, visual dan hasil pengukuran suhu air panas di guci terjadi peningkatan kegiatan.
Antara tanggal 19 hingga 30 November 1961 telah dilakukan pemotretan dari udara diatas daerah sekitar G.Merapi, Djawa Tengah, dengan maksud untuk mengumpulkan keterangan - keterangan jang nantinya dapat dipakai sebagai pegangan pada penafsiran daerah - daerah jang akan bandjir serta akibat2nja.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi.
Penyelidikan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutma lava - lava tahun 1888 dengan tahun 1982 dari lava puncak G. Merapi dilakukan sejak tahun 1981 - 1983.
Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2.911 m terletak di dua Propinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta.