Antara tanggal 19 hingga 30 November 1961 telah dilakukan pemotretan dari udara diatas daerah sekitar G.Merapi, Djawa Tengah, dengan maksud untuk mengumpulkan keterangan - keterangan jang nantinya dapat dipakai sebagai pegangan pada penafsiran daerah - daerah jang akan bandjir serta akibat2nja.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi.
Penyelidikan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutma lava - lava tahun 1888 dengan tahun 1982 dari lava puncak G. Merapi dilakukan sejak tahun 1981 - 1983.
Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2.911 m terletak di dua Propinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta.
Sisi kelandaian lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Merapi dihubungkan dengan perubaham harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya.
Untuk melengkapi dan menyempurnakan peta ini telah ditugaskan satu regu pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi untuk melakukan pemetaan kembali beberapa daerah yang masih meragukan dan melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang belum terpetakan pada tahap pertama, terutama di daerah bagian puncak G.Slamet.
Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
Dalam bulan November ini telah dilakukan perbaikan terhadap perangkat unit battery yang di G. Malang karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata sel bettery kering ada yang rusak, dan hal ini bisa menyebabkan pedeteksi kemagnetan tidak sempurna.
Salah satu gunungapi paling teratur dari Jawa, cukup dikenal dari bahasan dan bagan Junghuhn. Puncaknya terletak di perbatasan Kedu dan Bagelen, tingginya 3145 m di atas muka laut. Di sebelah timur bahannya tersebar di atas Ngadirejo dan Parakan hingga kaki pegunungan Tersier.