Evaluasi kegiatan G. Batur tahun 1995 terutama didasarkan pada hasil pengamatan visual dan kegempaan yang dilakukan dari Pos PGA G. Batur di Penelokan. Secara visual kegiatan G. Batur sampai dengan akhir 1955 masih ditandai dengan adanya letusan dan hembusan yang teramati pada bulan Januari, Maret, dan Mei 1955. Tinggi asap letusan mencapai lk 300 m di atas pusat letusan.
Berdasarkan sejarah letusan, aktifitas vulkanik (purna kaldera) G. Rinjani terjadi di dalam kaldera dengan menghasilkan G.Barujari dan G.Rombongan. Pereoda istirahat letusan antara 3 - 29 tahun. Produk erupsi G.Barujari dan Rombongan adalah endapan leleran lava dan jatuhan piroklastik, hal ini menunjukkan bahwa sifat erupsinya adalah esplosif dan efusif.
Pemanfaatan lahan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Pada dasarnya, tingkat kerawanan bencana gunungapi tergantung pada kepadatan penduduk, tipe letusan, jenis bahaya letusan, dan tatagunalahan lahan yang berada di kawasan gunungapi. Salah satu upaya yang harus dilak…
Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.
Gunung Dempo merupakan gunungapi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, Prov. Sumatera Selatan, hanya sebagian kecil yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Muna, Bengkulu. Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Dempo pada bulan Juni/Juli 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL.
Untuk memantau kegiatan Gunung Kerinci secara kontinyu, dilakukan dengan cara visual maupun dengan pemantauan kegempaan menggunakan seismograf dari Pos Pengamatan gunungapi Kerinci di Desa Kersik Tua - Sungaipenuh (Foto-1). Hasil dari pemantauan tersebut selanjutnya setiap hari di laporkan ke Direktorat Vulkanologi di Bandung melalui SSB.
G. Merapi (2911 m) yang terletak di dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Indonesia. Kepadatan penduduk di sekitarnya menyebabkan nilai bahayanya menjadi relatif sangat tinggi.
Evaluasi kegiatan G. Kelut dimaksudkan untuk mengetahui hasil dari pemantauan kegiatan seismik dan visual berupa pengukuran suhu air danau kawah, pemeriksaan sekitar kawah, dan pengambilan contoh gas.
Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.