Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.
Sejalan dengan pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi, Tim pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi dalam tahun 9, Pelita IV, dilakukan pendataan kependudukan disamping kemungkinan terjadinya perubahan akibat pemanfaatan lingkungan disekitar daerah bahaya G.Tangkubanparahu.
Mengingat data-data yang diperoleh dari pendataan hasil rekaman seismograph bulan Mei dan Juni 1984 di rasakan masih belum mencukupi, maka Tim Instrumentasi Gunungapi melanjutkan kembali tugas pendataan kegiatan seismik Gunung Merapi bulan Juli, Agustus dan September 1984 dari seluruh sitim seismograph yang ada disekitar Gunung Merapi yaitu dari Pos Babadan,Pos Plawangan dan Stasiun penerima RT…
Pendataan Kependudukan di Gunung Ciremai merupakan realisasi dari rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1991/1992, Tim Penyuluhan Vulkanologi dan Pengadaan Informasi. Penulis ditugaskan untuk melakukan pendataan kependudukan serta aspek sosial lainnya yang berada di dalam daerah bahaya G.Ciremai.
Tulisan ini merupakan laporan kerja lapangan pengadaan bahan - bahan penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Gunung Api Slamet.