Mengingat ada beberapa seismograf di Wilayah Bali dan Nusatenggara mengalami kerusakan, yang salah satunya adalah di G.Leroboleng, sehingga Pimpinan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung menetapkan langkah prioritas perbaikan seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi dapat berfungsi.
Pos Pengamatan G.Rinjani dibangun pada tahun Anggaran 1993 - 1994, berfungsi sebagai Pos Pengamatan sejak Tgl. 27 Mei 1994, dengan dilengkapi 1 (satu) komponen seismograf PS-2 bersistem kabel. Lokasi Pos Pengamatan termasuk wilayah Desa Sembalun Lawang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.
Pengamatan gempa G.Rokatenda menggunakan seismograf telemetri model PS-2. Sub sistem pemancaranny yaitu seismometer, amplifier, vco, serta radio pancar berada di G.Rokatenda Pulau Palue, Kab. Sika lokasinya di Kp. Ona (lk. 2 km dari puncak), sedangkan subsistem penerima yaitu radio penerima, diskriminator dan rekorder berada di Pos Pengamatan, Kp. Ropa, di P.Flores, Kab. Ende.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Berhubun nemamaneen Telemetri Tilting di G.Tangku- ban Parahu adalah pemasangan peralatan baru make Tim Instrumentasi berkewajiban untuk mempelajari dan mela kukan pemasangan peralatan tersebut Pemasangan neralatan Pelemetri Tilting ini dilnksa- nakan bersama-sama seorang ahli dari USGS yaitu sdr. Tomaray, juga dari Tim Pengindraan Jauh/Sub Dit Femetnan Gunungani.
Untuk mendapatkan hasil rekaman berupa data kegiatan Seismik gunungapi yang baik diperlukan pengecekan/perbaikan dan kalibrasi kembali pada semua peralatan seismograph yang dipakai disekitar gurunungapi tersebut.
Pengecekan dan kalibrasi ini sangat perlu diadakan mengingat sebagian besar dari peralatan seismograph itu terdiri dari peralatan yang menggunakan component elektronika yang sering dapat berubah karakteristiknya akibat panas yang disebabkan oleh lamanya pemakaian yang terus menerus, sebab gangguan cuaca atau bisa juga berubah yang disebabkan oleh menurunnya tegangan power (batere).
Untuk mengetahui status kegiatan G. Merapi perlu dilakukan kompilasi dan penddataan kegiatan seismik hasil rekaman pesawat seismograf dari sekotar G. Merapi
Mengingat data-data yang diperoleh dari pendataan hasil rekaman seismograph bulan Mei dan Juni 1984 di rasakan masih belum mencukupi, maka Tim Instrumentasi Gunungapi melanjutkan kembali tugas pendataan kegiatan seismik Gunung Merapi bulan Juli, Agustus dan September 1984 dari seluruh sitim seismograph yang ada disekitar Gunung Merapi yaitu dari Pos Babadan,Pos Plawangan dan Stasiun penerima RT…