G. Awu merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak paling utara di Propinsi Sulawesi Utara, tepatnya di ujung baratlaut P. Sangir Besar. Secara administratif G. Awu berada di Kabupaten Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Tipe gunungapi ini adalah strato dengan kawahnya, mempunyai ketinggian puncak 1320 m di atas permukaan laut (mdpl). atau 3300 m di dasar laut sekitarnya. Sedangakan …
G. Karangetang di Pulau Siau termasuk yang paling aktif dalam gugusan gunung api Sanguhe Talaud dan merupakan bagian dari jalur gempa Circum Pasific, sehingga tidak mengherankan apabila selalu di goncang gempa. Gunung api ini terletak pada posisi geografis 2°47' LU dan 125°29' BT, tingginya mencapai lk. 1784 m dpl. Gempa bumi tektonik, terutama yang berpusat tidak jauh dari gunung api, lambat…
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayanm G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada 1982-1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat dan kubah lava.
G. Marapi adalah suatu gunungapi strato yang paling aktif di P. Sumatera dengan tinggi lk. 2891 m dpl. atau Ik 2000 m dari dataran tinggi Bukittinggi. Koordinat posisi G. Marapi adalah 100° 22 47" LS dan 100° 28' 16,71" BT
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pengamatan seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit. Penugasan Penulis
G. Tangkubanparahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan para wisatawan dalam dan luar negeri. Ternyata akibat letusan-letusannya menghasilkan morfologi G. Tangkubanparahu yang indah dan menarik bagi para wisatawan. Berdasar-kan coraknya, riwayat letusannya dapat dibagi menjadi 3 perioda yaitu, Fasa esplosiva (ledakan), Fasa efusiva dan Fasa pembentukan …