Gunung Boleng (Ileboleng) telah dipetakan puncaknya oleh Reksowirogo th 1972 yang meliputi kawah utama dan sebagian puncak bagian selatan, Reksowirogo th 1976 juga memetakan tubuh G. Ileboleng dan kampung - kampung sekitarnya dengan skala 1 : 20.000. Vegetasi tutupan sekitarnya didominasi oleh padang rumput. Pada pengukuran topografi situasi puncak (1988), keadaan kawah ileboleng, secara visua…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah gunung Agung yang baru, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
Tinggi gunung Inelika 1559 m di atas muka laut, dengan Tipe gunungapi strato yang terletak di Daerah Bajawa Flores Tengah. Nama kawah Wolo Inielika, Wolo Lega dan Wolo Runu dengan nama lain adalah Keok Peak. Tujuan pemeriksaan kali ini adalah untuk melihat atau mengamati langsung keadaan di sekitar puncak yang mungkin timbul perubahan perubahan peningkatan kegiatan.
Pemetaan topografi puncak/kawah Gunung Dukono mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah disamping mengetahui perubahan bentuk kawah, bibir kawah dan detail lain sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan Gunung Dukono.
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Proyek Pengamatan Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi pada Pelita V tahun anggaran 1993/1991. Seksi Pemetaan Topografi. Sub Dit Pemetaan Gunungspi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan pengukuran topografi puncak gunung Dempo di daerah Sumatera Selatan. Tim pengukuran ini terdiri dari: Agus Karim, SPPD No. 1006/0441/3405/93. Rep Dehlan. SPPD nomor 1003/0441/34…
Berdasarkan SPPD dari No. 968/0441/3402/89 sampai dengan No. 979/ 0441/89 a.n. Sdr. Aidil, Bustamam, Zuraida, Sugiharto, M.Iksan, Sigit, Musbar, Suparmo, Asran Nasution, Munir, Dalipa Marjusi dan Sdr.Bujang melakukan pendakian Gunungapi di Sumatra. Maksud pendakian ke puncak adalah melakukan pengukuran suhu solfatara/fumarola, mata air panas dan pemeriksaan kawah.
Pada tanggal 17 Juli 1990 bedasarkan SPPD No. 583/0441/3402/1990 dan No. 620/0441/3402/1990 Agus Karim dan A. Djadja Sumpena ditugaskan ke G-Kaba untuk melakukan pengukuran topografi puncak gunung tersebut. G. Kaba di Sumatra termasuk kedalam wilayah Kabupaten Rejanglebong Propinsi Bengkulu. Posisi geografinya terletak pada 4° 02 lintang selatan dan 103° 08 bujur timur
Pada 4 Juni 1980 dengan SPJ n. 262/P/1980, n.263/P/1980, dan n. 264/P/1980. A.D. Sumpena, sdr.S. Wikartadipura dan saya ditugaskan ke tiga gunungapi di sumatra, diantaranya ke G. Kunyit untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Survei Gunung Sumbing ini mencakup pemeriksaan puncaknya, (kawah kegiatan) dan pemetaan daerah bahaya sekelilingnya. Pemetaan daerah bahaya ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tidak, pada waktu terjadinya letusan.