pada umumnya pengamtan seismik terhadap gunungapi-gunungapi aktif di Indonesia hanya digunakan pesawat seismograf mekanis dengan pembesaran rendah, kecuali di gunung Tangkuban Prahu dan Merapi dimana digunakan seismograf transistor dengan pembersaran yang cukup tinggi.
Tujuan utama pengamatan ini adalah mempelajari kegiatan seismik lokal (local seismicity) dari G. Dieng; jang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan letusan gunung api di daerah G. Dieng dalam waktu dekat ini
Penempatan seismometer yang sudah demikian dekat pada titik kegi- atan ternyata sedikit sekali menangkap/mencatat gempa volkanik. Seluruh pencatatan didominasi oleh gempa tektonik. Suatu kenyataan bahwa dalam keadaan tenang/normal kegiatan seismiknyapun menunjukkan ketenangan pula. Berbeda dengan gunungapi lainnya, meskipun kegiatan yang tampak di permukaan tenang, tetapi kegiatan seismiknya te…
Letusan G. Guntur terakhir trjaid pada th. 1847. Sejak itu sampai th 1973 yaitu telah 126 tahun berlalu gunung api ini tidak pernah menunjukan peningkatan ini tidak pernah menunjukan peningkatan kegiatannya lagi. Dengan kata lain kata gunung api ini telah beristirahat lk. 126 tahun, padahal dalam masa th 1803 sampai 1847 itu tidak kurang dari 19 kali kegiatan/letusan terjadi.
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Kawah Ijen merupakan gunungapi aktif (tipe A) yang terletak di wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Gb. 1). Secara geografis terletak pada 08 03 30 Lintang Selatan dan 114 14 30 Bujur Timur, dengan ketinggian +2386 meter di atas permukaan laut.
Gunung Lamongan (+1671 meter) merupakan suatu gunungapi aktif (tipe A) di Indonesia yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat banyak bekas hasil letusan di daerah kakinya. Gunungapi tersebut terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Gambar 1).
Peningkatan Kegiatan G. Papandayan terakhir terjadi bulan September 1997 yang lalu, yang diitandai dengan peningkatan jumlah gempa - gempa gunungapi tipe A atau tektonik lokal. Dari hasil pemantauan visual, terjadi hembusan asap yang cukup kuat serta pula peningkatan suhu sekitar 1 derajat C.
Penyelidikan seismik G.Dieng - Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14 Mei s/d 27 Juni 1990 sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun penyelidikan ini dilakukan oleh enam anggota Tim dengan No SPPD/0441/3405/90.
Kegiatan pengamatan terhadap gunungapi aktif dilakukan secara menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ditambah dengan sistim ARGOS (Satelit) yang dipasang di beberapa gunungapi dengan metoda kegempaan serta deformasi.