Kawah Ijen merupakan gunungapi aktif (tipe A) yang terletak di wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Gb. 1). Secara geografis terletak pada 08 03 30 Lintang Selatan dan 114 14 30 Bujur Timur, dengan ketinggian +2386 meter di atas permukaan laut.
Gunung Lamongan (+1671 meter) merupakan suatu gunungapi aktif (tipe A) di Indonesia yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat banyak bekas hasil letusan di daerah kakinya. Gunungapi tersebut terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Gambar 1).
Peningkatan Kegiatan G. Papandayan terakhir terjadi bulan September 1997 yang lalu, yang diitandai dengan peningkatan jumlah gempa - gempa gunungapi tipe A atau tektonik lokal. Dari hasil pemantauan visual, terjadi hembusan asap yang cukup kuat serta pula peningkatan suhu sekitar 1 derajat C.
Penyelidikan seismik G.Dieng - Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14 Mei s/d 27 Juni 1990 sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun penyelidikan ini dilakukan oleh enam anggota Tim dengan No SPPD/0441/3405/90.
Kegiatan pengamatan terhadap gunungapi aktif dilakukan secara menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ditambah dengan sistim ARGOS (Satelit) yang dipasang di beberapa gunungapi dengan metoda kegempaan serta deformasi.
Untuk mengantisipasi kemungkinan letusan Gunung Gede di masa yang akan datang maka perlu dilakukan pengamatan secara intensif dan berkesinambungan. Pengamatan secara intensif terhadap kegiatan vulkanik Gunungapi Gede dilakukan sejak tahun 1985. Pengamatan dilakukan baik secara visual, pemeriksaan kawah puncak, maupun kegiatan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede di Ciloto.
Dari data-data kegempaan yang di peroleh menunjukkan pada saat ini gunung guntur dalam keadaan aktif normal. Gempa-gempa vulkanik yang terekam pada bulan januari hingga april 1997 bersumber di sekitar gunung guntur dengan kedalaman 1.7-22,5 km dan sebaran acak.
G. Ciremai dengan ketinggian puncak 3078 meter di atas permukaan laut terletak pada posisi geografis 108' 24' LS dan 6' 50' BT. G. Ciremai diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Ciremai di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
G. Salak termasuk gunungapi tipe strato dengan ketinggian puncak 2211 m di atas pemukaan laut terletak pada posisi geografis 6' 43' LS dam 106' 44' BT. Secara administratif daerah G. Salak terletak di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan vulkanik G. Slamet dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di sebelah selatan G. Slamet, tepatnya di Desa Gambuhan kecamatan Pulosari Kabupaten Pamulang Jawa Tengah pada ketinggian +1025 mdpl.