Gunungapi Sundoro adalah salah satu dari 5 Gunungapi aktif tipe-A di Jawa Timur terletak di Kabupaten Temanggung (sebelah Barat), Kabupaten Wonosobo (sebelah timur) Jawa tengah. Ketinggian Puncaknya 3150.7 m di atas permukaan laut (dp). Kegiatan gunungapi Sundoro yanh tercatat dalam sejarah berupa letusan abu mulai tahun 1818, aktivitas gunungapi kembali tenang selama lebih kurang 60 tahun dan …
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng kerang bumi (Lempeng Benua Asia, Lempeng Samudera Hindia-Benua Australia dan Lempeng Samudera Pasifik), sehingga terbentur jalur tektonik yang menimbulkan rawan bencana geologi (Gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah). Di Indonesia terdapat 127 buah gunungapi aktif yang setiap saat dapat meletus dan mengancam penduduk sekitarnya.
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan berkelanjutan ini perlu kiranya dilakukan usaha pengantar Tata Ruang dan Tata Guna Lahan di daerah gunungapi yang sedemikian rupa sehingga terasa manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dan dapat dipergunakan seoptimal mungkin.
Sebagai salah satu usaha meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda akibat aktifitas gunung api, maka dilakukan penelitian potensi riisiko benca gunungapi, seperti di G. Sundoro. Berdasarkan batas wilayah administrasi, Gunungapi Sundoro termasuk kedalam wilayah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Potensi Risiko dapat diartikan sebagai nilai kerugian yang aka…
Menurut Neumann van Padang, G. sundoro merupakan kerucut gunungapi yang sangat teratur, dipisahkan dari G. Sumbing oleh Pelana Kledung (1405 m). Di bagian timur dari puncak datar seluas 400x300 m terdapat kawah kembar besar K1-K2 berukuran 210x150 m, sedangkan dataran segero wedi, Banjaran, Z3 dan Z4 di bagian barat dan utara adalah sisa dari kawah utama dan sekunder.
G. Sundoro (3145m dpl) merupakan salah satu gunung api strato Tipe A yang termasuk dalam dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Menurut catatan, kegiatan erupsi G. Sundoro yang pertama kali tahun 1806 walaupun masih disangsikan kebenarannya, tahun 1818 menurut Junghuhn terjadi letusan abu yang menyebar hingga di pantai Pekalongan.
G. Sundoro dengan tinggi puncaknya 3150 m dari muka laut termasuk gunungapi tipe A. Letusan G. Sundoro tercatat dalam sejarah sejak tahun 1808. Letusan atau lebih tepat peningkatan kegiatan terakhir berlangsung Tahun 1970. Pada tanggal 21 Oktober 1970, gempa terasa menggetarkan Desa Sigedang yang terletak 4,5 km di Barat Laut Kawah.
gunungapi sundoro yang mempunyai kerucut sempurna, bila dipandang dari segala arah bentuknya simetris, sejak 1906 tidak mengadakan kegiatan vulkanik walaupun sering terjadi peningkatan kegempaan vulkaniknya tetapi tidak disertai letusan. Dilain pihak pemukiman di daerah bahaya semakin padat karena pengembangan lahan perkebunan yang hampir mencapai 70 % dari tubuh gunungapi tersebut.
Kegiatan Inventarisasi potensi bahan galian yang berada di sekitar G. Sundoro termasuk di wilayah kabupaten Wonosobo dan Temanggung, Jawa tengah. Daerah ini merupakan salah satu lokasi yang dicantumkan dalam program buku petunjuk perasional proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi dalam tahun anggaran 2001.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Pada tahun anggaran 2001 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan visual puncak dan kegempaan gunungapi sundoro, yang berlokasi di wilayahkabupaten Temanggung dan Wonosobo, provinsi Jawa Tengah.