Erupsi semburan abu secara terus menerus berlangsung di G. Bromo sejak akhir Nopember 2010 sampai saat ini merupakan kejadian erupsi yang tidak seperti biasanya. Di dalam catatan sejarah yang dimulai tahun 1804 bahwa erupsi G. Bromo pada umumnya hanya berlangsung dalam beberapa hari saja, walaupun pernah terjadi erupsi selama empat bulan pada tahun 1995.
Komplek gunungapi Bromo Tengger memiliki potensi obyek wisata alam yang cukup indah dan menarik. Pada zaman kerajaan Mojopahit, kawasan Bromo Tengger telah dikenal sebagai tempat upacara ritual sampai akhir kejayaannya, dan sampai kini upacara tersebut masih dilakukan oleh suku Tengger yang bermukim di Sekitar Bromo Tengger.
Penelitian data geologi Komplek G. Bromo - Tengger merupakan salah satu rencana kerja seksi penginderaan jauh. Sub Direktorat pemetaan geologi gunungapi, DIrektorat Vulkanologi dalam pelita III tahun anggaran 1982/1983.
Penyebaran produk komplek G. Bromo Tengger ini meliputi empat daerah Kabupaten yaitu, Kab. Pasuruan di Utara, Kab. Probolinggo di bagian Timur, Kab. Lumajang di Selatan dan Kabupaten Malang di bagian Barat G. Bromo sendiri terletak pada posisi geografis 7°56' Lintang Selatan dan 112° 57 Bujur Timur.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebaran pro-duk gunung ini baik secara vertikal maupun lateral yang di-dasarkan pada analisa potret dan citra landsat, yang nantinya diharapkan dapat untuk membantu disiplin kerja lainnya di ling-kungan Dit. Vulkanologi.
Laporan ini disusun sebagai bahan informasi kegunungapian terutama masyarakat yang bermukim di dalam daerah waspada Gunung Bromo Kaldera Tengger, sedangkan dalam daerah bahaya gunung api tidak ada yang menghuni, selama itu dilaksanakan pula pengumpulan data kependudukan serta harta benda juga investasi - investasi lainnya.
Bromo dan Batok yang terlahir dalam lingkaran Kaldera Tengger pantas di sebut sebagai icon keindahan dalam Pulau Jawa. Dinginnya suhu dan terjaga pagi menyusuri lautan pasir dan mendaki tempat tinggi di atas dinding kaldera adalah bagian dari keunikan wisata di dataran tinggi ini. Para penyuka wisata itu dapat memilih titik pandang untuk mengabadikan Bromo dan Batok serta hadirnya Gunung Semeru…
A I'heure actuelle, I'Indonesie possede 129 volcans en activite, que se succedent depuis I'ile de Sumatra jusqu'a I'ile de Sulawesi et a la mer de Banda.