Data visual terhadap tinggi, tebal dan warna asap dikumpulkan sejak Mei hingga September 1992. Tinggi asap kawah umumnya 75 m di atas bibir kawah, tetapi pada Juni dan September mencapai 100 m. Dari pengamatan visual tersebut, terlihat peningkatan aktifitas vulkanik di permukaan terjadi pada Juni dan September 1992.
Sesuai dengan perintah tugas dari Pemimpin proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi dengan SPPD No. 935 dan 936/0441/3402/1990, untuk mengamati dan mengawasu kegiatan gunung Rokatenda dari dekat. Sesuai dengan perihal tersebut diatas, maka dengan ini disampaikan hasil - hasil pengamatan/pengawasan gunungapi Rokatenda selama 15 hari.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas now 3005/P/1985 dan 3096/P/1985, masing-masing atas nama I Made Wenten dan I Wayan Bukti ditugaskan untuk melaksanakan pengamatan visual G. Kelimutu. Maksud dan tujuan adalah untuk mendapatkan data maupun untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Kelimutu pada saat ini dibandingkan dengan kegiatan yang terdahulu. Berdasarkan catatan, posisi geografi C. Kel…
Satu rentetan gempabumi vulkanil terjadi setelah letusan seminggu fraktik di Mandosawu. Kegempaan tersebut diikuti dengan cermat dan ditafsirkan kemudian sebagai indikasi perubahan tipe letusan dari fraktik Ternyata, magma menerobos hingga permukaan cikal-bakal G. Anak Ranakah. Bersama waktu ke magmatik. dan lava tersebut membangun bentuk kubah
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi baru yang berada di komplek pegunungan Mandosawu lk. 10 km timur kota Ruteng. Gunung ini mengadakan kegiatan/meletus pada 29 Desember 1987, yang mengagetkan penduduk di sekitarnya. Yang sebelumnya gunung tersebut tidak termasuk dalam data dasar/daftar gunungapi aktif di Indonesia. Dengan lahirnya gunungapi baru tersebut, hingga saat ini pengamatan kegiatannya…
Pada pertengahan bulan Januari 1990, kami penulis I. K. Jani Suartiyasa dan Ida Made Djalantik yang berdasarkan SPPD No. 924 dan 925/0441/3402/1990, petugas Pos Pengamatan Gunung Agung di Bali. Melakukan perjalanan dinas menuju gunung Sangeangapi untuk melaksanakan tugas. Sebagaimana diketahui bahwa gunung Sangeangapi adalah sebuah gunungapi yang terletak di Pulau Sangeang sebelah timur laut P.…
G. Sangeangapi adalah gunungapi aktif bertipe strato kembar, yang berada di Wilayah Administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusatenggara Barat. Pada posisi geografi 8° 11 Lintang Selatan 119 3,5 Bujur Timur. Puncak gunungnya menjulang hingga ketinggian lk 1949 m dml (Atlas Trop. Nederl.). Selama lk 2 tahun 5 bulan memperlihatkan kegiatan / meletus sejak tanggal 30 Juli 198…
Deretan gunungapi Maluku Utara adalah G.Kie Besi, G.Gamalama, G Dukono dan G Gamkonora Gunungapi Gamkonora dan Dukono berada di daratan Halmahera, dan yang lainnya merupakan gunungapi pulau. Secara administratif G. Gamkonora termasuk wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku Utara Posisi geografisnya adalah 1 22 30 Lintang Utara dan 127 03' 00" Bujur Timur (Gb. 1). Puncakny…
Gunungapi Kaba termasuk dalam jajaran gunungapi aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Berdasarkan sejarah letusannya (Tabel 1), G. Kaba merupakan gunungapi tipe A. Sumber letusannya berpindah-pindah tempat sehingga diperlukan penelitian geologi gunungapi dan pengamatan visual maupun kegempaan yang cukup intensif untuk mengetahui perkembangan aktifitas magmatiknya.
G.Tandikat secara adminstratif terletak di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dengan posisi geografis puncaknya berada pada 0°25′57,30" Lintang Selatan dan 100°19′01,69" Bujur Timur. Tinggi dari permukaan laut mencapai 2438 m dari muka laut atau 1740 m dari dataran Bukittinggi Selama sejarah kegiatannya gunung ini hanya diketahui pernah meletus sebanyak 2 kali yaitu letusan …