Peramalan letusan gunungapi merupakan suatu tugas yang sangat sulit untuk dicapai ketepatannya. Oleh karena itu un-tuk mendukungnya diperlukan sebanyak mungkin hasil pengamat-an gejala vulkaniknya. Khususnya G. Lamongan yang relatif 'sering' menghasilkan letusan samping dibandingkan dengan gunungapi lainnya, segala gejala vulkaniknya perlu diamati secara sinambung. Tetapi pada waktu ini baru te…
Sehubungan dengan program kerja Seksi Vulkano Fisika, Sub Direktorat Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun-III 1986-1987, pada tanggal 30 April 1986 selama 11 hari regu Potensial Diri, Tim Vulkano Fisika, berangkat ke Yogyakarta ( G. Merapi) untuk melakukan pengukuran Potensial Diri pada jalur Gendol - Woro. Tujuan penyelidikan ini untuk memonitor aktifitas Potensial D…
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 m dml. Diapit o-leh G. Tengger dan Hiyang Argopuro.
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi, maka Proyek Pengembangan Laboratorium Gunungapi di Bandung pada tanggal 30 April mengirimkan satu Tim dari Seksi Vulkano Fisika yang personilnya terdiri dari Sdr. Ir. Sugiyono Da…
G. Lamongan merupakan sebuah gunungapi yang diapit oleh dua buah gunungapi besar, yaitu G. Iyang Argopuro di sebelah timur dan G. Tengger di sebelah Barat.
Sebagai pelaksanaan kegiatan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi, Proyek Penyuluhan Vulkanologi (P2V) sejak 10 Mei hingga 24 Mei 1985 telah dilakukan pengumpulan informasi lapangan mengenai kependudukan dan pemukiman di dalam Darah Terlarang dan Daerah Bahaya G.Kelut.
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 dml. Diapit oleh G. Tengger yang merupakan sebuah kaldera dan G. Hiyang Argopuro, gunungapi yang sudah dianggap sudah padam.
Tenaga pelaksana terdiri atas Ir. M.Z. Sjarifudin sebagai Kepala tim penyelidikan petrokimia G. Papandayan dibantu oleh Sdr.U.Saelan (tenaga pelaksana), Sdr. Dedy Supriadi (pengemudi) dan beberapa tenaga harian setempat (3 s/d 6 orang). Waktu tugas penyelidikan di lapangan antara lain di daerah kawah Papandayan, lereng sebelah barat, selatan dan tenggara serta di daerah medan laharan (sebelah l…
Pos pengamatan Gunungapi Guntur terletak di Desa Sirnajaya, guna mengetahui kegiatan kegempaannya telah dipasang pesawat seismograf HOSAKA. Pemasangan seismograf tersebut dimulai pada 20 September 1985 dengan satu komponen vertikal.
Pada tahap pertama kegiatan pendataan kependudukan hanya dapat dilakukan terbatas, pada bahaya langsung di dalam daerah sebaran awan panas letusan dan awan panas guguran, terutama di wilayah Kecamatan Srumbung.