Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.
Dari data pengamatan visual dan pendakian menunjukkan bahwa kegiatan vulkanik G. Leroboleng tidak tampak dari permukaan yang tampak adalah hutan yang lebat dan ladang yang subur. Mungkin banyak orang termasuk penulis berpendapat bahwa G. Leroboleng sudah tidak aktif lagi atau sedang beristirahat panjang karena sudah tidak menunjukkan kegiatannya. Namun, dari data kegempaan menunjukkan terdapat …
Hasil evaluasi seismik serta ditunjang oleh data visualnya, kegiatan G. Ili Boleng saat ini dinilai dalam kondisi aktif normal. Sedangkan dari evaluasi seismik kegiatan G. Ili Lewotolo, secara kuantitas menunjukkan tingkat kejadian gempa vulkanik per harinya diatas normal, hal ini diduga sudah berlangsung sebelum pemasangan seismograf di Pos PGA Ili Lewotolo (September 1994). Secara visual akti…
Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Rinjani di Sembalun Lawang umumnya G. Rinjani tampak jelas, tetapi pada siang maupun sore hari terkadang terjadi kabut 0I - 0II. Selain itu, dilakukan juga pengamatan kegempaan menggunakan Seismograf Model PS-2 bersistem Radio Telemetri (RTS), dimana seismometer ditempatkan di lereng G. Rinjani daerah Padabalong dekat G. PLawang…
Kegiatan vulkanik G. Kelimutu diamati secara terus menerus dari sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Kp. Kolorongo lk 3 km (jarak datar) dari puncak. Pengamatan dilengkapi dengan metoda gempa/seismik dengan jenis seismograf Hosaka satu komponen. Kegiatan vulkanik G. Kelimutu dalam Juni 1996 aktif normal, setelah pada April - Mei 1996 meningkat yang ditandai oleh perubahan warna air Danau Kawa…
Dalam Anggaran tahun 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak berfungsi baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktrorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan/penyempunaan perangkat seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali.
Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
Dalam Pelita VI tahun anggaran 1998/1999 Tim Penyampaian Informasi Penyuluhan Gunungapi, Sub Dit Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan penyuluhan tentang kegiatan Gunungapi Iya dan dampak lingkungan yang dilakukan di Kecamatan Ende Selatan. Penyuluhan dilakukan pada bulan Mei 1998.
Kegiatan pengadaan dokumentasi dimaksud untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas Gunungapi Banda Api berikut keadaan lingkungannya (kependudukan, lahan usaha, prasarana dan sarana) disekitarnya. Data yang berhasil diperoleh berupa slide, foto, gambar, peta maupun video.
Masyarakat manusia yang berada dalam lingkungannya yaitu lingkungan alam, memberikan saling ketergantungan dan saling kerjasama diantara keduanya. Manusia membutuhkan alam, dan alam membutuhkan belaian kashi sayang manusia, agar alam dapat dimanfaatkan, dapat dikelola, dijaga, dilestarikan, dan alam dapat dijadikan sebagai tempat untuk sekolah yang baik bagi pembinaan watak dan pribadi manusia.