Sejak tahun 1822 G. Galunggung riwayatnya baru dapat tercatat agak jelas kegiatannya, karena ada letusan besar pada tahun tersebut dengan mengelu-arkan awan panas dan aliran lahar, hingga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4011 orang. Kejadian tersebut adalah 160 tahun yang lampau, dimana dapat diperkirakan bahwa penghuni di sekitar gunung tersebut masih termasuk ja-rang sekali, tetapi telah jatu…
Penyebaran produk komplek G. Bromo Tengger ini meliputi empat daerah Kabupaten yaitu, Kab. Pasuruan di Utara, Kab. Probolinggo di bagian Timur, Kab. Lumajang di Selatan dan Kabupaten Malang di bagian Barat G. Bromo sendiri terletak pada posisi geografis 7°56' Lintang Selatan dan 112° 57 Bujur Timur.
G. Slamet memiliki kawah berpenampang 1k 450 m, terletak di bagian barat daya puncaknya. Sebelah utara dan timurlaut sumurkawahnya terdapat da-taran pasir dan pematang kawah tua, ini menunjukkan, bahwa titikletusan dalam masa lampau terdapat di tempat lain.
Pada uraian berikut akan dibahas sifat gelombang tremor vul-kanik secara semi-kwantitatif untuk mengetahui hubungan antara sebab, proses dan pengamatannya. Cara semi-kwantitatif dipilih supaya permasalahan tidak menjadi kompleks dan terlalu matematis.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebaran pro-duk gunung ini baik secara vertikal maupun lateral yang di-dasarkan pada analisa potret dan citra landsat, yang nantinya diharapkan dapat untuk membantu disiplin kerja lainnya di ling-kungan Dit. Vulkanologi.
Maksud penugasan tersebut, untuk melakukan survei (pemer saan) lahar di K. Woro, K. Gendol/Opak, K. Kuning dan K. Boyon Code. Ke-empat sungai tersebut pemeriksaannya dari jalan raya Yogyakarta Solo (Jateng).
Pegunungan Salak di Jawa Barat terdiri dari dua pegunungan yang kokoh, yakni gunungapi Salak, dan suatu kelompok gunung api, pada mana mereka berhubungan di sebelah selaten dari G. Salak dan dari sini terpisah oleh suatu sadel.
Tujuan perjalanan untuk mendampingi ahli gurmungapi dari Amo-rika Serikat (USGS) yang membantu memberikan pengarahan dan saran dalam menyelesaikan masalah pemetaan geologi G.Sundoro.
Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Pemetaan geologi gunungapi Sundoro merupakan salah satu kegiat an Bagian Proyek Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Direktorat. vulkanologi tahun 82-83. Pemetaan direncanakan memakan waktu selama 2 bulan, yang terbagi kedalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung dari tanggal 19 Juni s/d 19 Juli 1982 dengan personalia R. Sukhyar, Danny Aswin, Saetojo, Nana Sulaksana dan S. Dirąsutisna. A.C.…