Gunung Ciremai adalah salah atu gunungapi aktif di Jawa Barat, yang merupakan batas antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan majalengka. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1937/1938, kegiatan letusan berlangsung 24 Juni 1937 hingga 7 Januari 1938. Pusat letusan dari kawah Sentral. Sebaran abu hasil letusan 1937/1938 ialah daerah seluas lk. 52,500 km2 (Kusumadinata 1971)
Maksud dan tujuan pemasangan seismograf telemetri radio adalah untuk menunjang perolehan data gempabumi khususnya gempabumi vulkanik, mengingat data gempabumi vulkanik merupakan dasar dalam menentukan tingkat kegiatan gunungapi. Data gempabumi vulkanik dapat memberi gambaran tentang tingkat kegiatan vulkanik pra-erupsi.
Pengamatan kegempaan G. Sangeang Api dimonitor dengan seperangkat seismograph sistem radio pancar RTS (Radio Telemetry Seismograph) Jenis MEQ-800, namun dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi kerusakan yang dapat terjadi akibat gangguan dari luar (alam, manusia, dll) maupun dari alatnya itu sendiri (faktor usia alat hampir lk, 11 tahun). Dan memang kami dapati beberapa bagian alat yang rusak…
Pada 16 Juni 1994 dilakukan pemasangan seismometer, pengoperasian seismograf kinemetrics PS-2 secara portable. Setelah dilakukan pengetesan, alat dapat beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga mulai saat itu kita dapat memantau respon seismik yang berhubungan dengan kegiatan vulkanik G. Wurlali. Kemudian, dari pengamatan lapangan, keadaan sekitar puncak terlihat gersang. Pada umumya gunung ter…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut.
Pada pertengahan bulan Mei 1995 Pos Pengamatan G. Egon mulai dipasang 1 (satu) perangkat seismograf kinemetriks model PS-2 bersistem telemetri dengan sebuah seismometer komponen vertikal. Lokasi seismometer ditempatkan di sebelah utara G. Egon, pada ketinggian +455 m di atas muka laut di sebelah selatan Kampung Habilagut.
Di Wilayah Bali dan Nusatenggara, tepatnya di G. Ine Rie di Wilayah Kabupaten Ngada, NTT, telah dibangun Pos Pengamatan yang terdapat di Desa Bomari, Kec. Bajawa, Kab. Ngada. Pos tersebut pada bulan Juni 1995 telah dilengkapi dengan satu komponen seismograf model PS-2 bersistem telemetri dengan sebuah sismometer komponen vertikal. Lokasi seismometer ditempatkan di sebelah timur laut G. Ine Rie,…
Direktorat Vulkanologi telah membangun dan mengoperasikan Pos Pengamatan G. Tambora yang terletak di Doropeti, Kec. Kempo, Kab. Dompu, NTB. Metoda pemantauan yang dipakai selama ini adalah cara visual dan gempa. Kemudian, dalam upaya memperlancar pengamatan gempa maka pada akhir Juli 1995 personel dari Seksi Bali & Nusatenggara bertugas untuk mengganti seismograf Hosaka dengan model PS-2.
Pemantauan kegiatan secara visual ke arah gunung berjarak lk. 6-7 km dari Pos Pengamatan. Selama bertugas di Pos, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Selanjutnya, seperangkat seismograf jenis P-S 2 Portable terpasang sejak 20 September 1994, dan mulai beroperasi pada pkl. 15.40 WITA. Dimana kecepatan drum dipasang pada kecepatan 120 mm/menit, untuk pembesaran dipasang pada g…