Evaluasi akhir keadaan G.Kelut disusun guna menentukan tahap kegiatannya. Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah lanjut laporan letusan G.Kelut 10 Februari 1990 yang ditulis oleh Koordinator Tim Vulkanologi G.Kelut pada 27 Maret 1990.
Berdasarkan informasi geologi di sekitar puncak Gunung Raung menunjukkan bahwa pernah terjadi letusan yang cukup dahsyat, dicerminkan oleh endapan piroklastika yang menyelimuti di sekitar lereng atas.
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Gunung Kelut terletak di antara Gunung Wilis (+2562 m) dan G. Kawi (+ 2651 m), berderet arah barat daya timur laut di kawasan kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur. Tinggi Gunung Kelut hanya + 1731 m di atas muka laut, namun Gunung Kelut mempunyai kawah yang aktif, tidak demikian halnya dengan kedua gunung api lainnya.
Kegiatan G. Merapi tahun 1967 ini diawali oleh awan panas letusan pada tgl.12 djanuari, djam 13.39. Awan panas tersebut mencapai jarak 6 km. dari puncak masuk kejurusan K.Batang
Pada bulan Juni 1961 dari Jawatan geologi. Ururan volkanologi dilancarkan pemeriksaan kepuncak mahameru kawah Djonggring seloko dan penulis berkenan mengikuti rombongan ekspedisi yang di pimpin oleh Sdr. I. Soenarja
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Tahun Anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi ke G. Guntur dan G. Papandayan, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Maksud dan tujuan tim ini adalah selain pendataan informasi kependudukan, tata guna tanah, tingkat kerawanan bahaya Gunungapi, juga menga…
Gunung Slamet (+3438), salah satu gunungapi aktif yang menampakkan stadia Tipe-A yang terletak pada Peg. Serayu Utara di bagian barat wilayah Jawa Tengah. Pada 12-13 Juli 1988 gunungapi tersebut telah menampakkan kembali peningkatan aktivitas vulkaniknya berupa letusan abu dengan lontaran bongkah lava-pijar. Hembusan abu setinggi 100-800m, lontaran bongkah lava-pijar melampaui bibir kawah akti…
Dalam periode Pelita IV tahun anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Penanggulangan Ba-haya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkano logi ke G. Ciremai. Tim Pemetaan terdiri dari Sumarna Hamidi, B.Sc (SPPD No. 2187/0441/3402-1989). Ato Djuhara (SPPD No. 2188/0441/3402/89), Agus Martono (SPPD No. 2189/0441/3402/198…
Pada tahun 1978 di sekitar kawah G. Papandayan telah dilakukan pengukuran oleh Sdr. Samud W., Ato Djuhara, dan Agus Karim namun pekerjaan ini tidak berlanjut dikarenakan beberapa hal. Sedangkan untuk membuat peta situasi yang memadai guna menunjang peta daerah bahaya yang dibuat oleh Sdr. P. Kasturian, Samud W., dan A Djadja Sumpena pada tahun 1985, peta situasi ini baru dapat menyajikan kira k…