Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Gunung Merapi merupakan salah satu Gunungapi paling aktif di Indonesia yang dipantau secara terus menerus menggunakan berbagai metoda pemantauan karena mempunyai derajat bahaya yang tinggi.
Dalam rangka memonitor kegiatan G. Raung, secara kontinyu dilakukan pengamatan kegempaannya dari pos G. Raung . Rambat gelombang gempa akibat adanya magma naik yang menyebabkan retakan - retakan pada batuan yang dilewati, dicatat dalam bentuk grafik yang menunjukkan besar & kecilnya aktivitas dari dalam gunungapi tersebut.
Dalam rangka program penelitian terpadu yang dilakukan oleh Subdirektorat Analisa Gunungapi, telah dilakukan pengukuran parameter - parameter geofisika yaitu gravity, geomaknit, ungkit dan SP (Self Potential). Lokasi pengukuran adalah di G.Raung. Pada waktu yang bersamaan dilakukan pula pengecekan posisi beberapa titik pengukuran pada lintasan yang dilakukan oleh team dengan menggunakan Penerim…
Penyelidikan dilakukan untuk menganalisa unsur - unsur kimia yang terkandung di dalam gas yang dihasilkan (dikeluarkan) oleh Gunung Ijen tersebut. Dari hasil analisa contoh gas tersebut diharap dapat membantu dalam perkiraan (peramalan) letusan gunungapi (khususnya Kawah Ijen).
Penelitian petrokimia Gunungapi Gede adalah untuk mengetahui variasi komposisi kimia, mineralogi dari batuan yang dierupsikan oleh gunung tersebut baik yang dierupsikan dalam waktu sejarah maupun yang tidak tercatat dalam sejarah.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Sub Direktorat Vulkanologi. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Pemetaan daerah bahaya G. Patuha adalah memetakan (menarik batas - batas) daerah bahaya akibat langsung dan tidak langsung jika terjadi letusan besar di Kawah Putih, karena Kawah Putih merupakan kawah aktif/titik letusan terakhir selama sejarah kegiatannya.
Dokumentasi peta situasi puncak G.Sundoro yang dimiliki oleh Direktorat Vulkanologi saat ini berupa peta situasi puncak skala 1 : 5000 hasil pengukuran Petugas Dinas Pertambangan Negara, Desember 1921, Oleh karena itu Pemimpin Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi melalui Kepala Seksi Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi Gunungapi menugaskan Sdr. A.R. Sumailani dan penulis …
Kegiatan Penyelidikan Metoda Terpadu di G.Merapi Jawa - Tengah anggaran tahun 1991/1992 dimulai sejak bulan Juni, September 1991 dan bulan Januari - Februari 1992 dimana bulan - bulan terakhir terjadi peningkatan kegiatan.