Gunungapi Batutara adalah Pulau terpencil ini terlatak di Laut Flores, 50 km sebelah utara Pulau Lomblem dan tidak berpenghuni. Gunungapi ini bertipe strombolian dengan bukaan ke arah Timur. Kawahnya yang terletak di tengah pulau, berbentuk bulan sabit berukuran 700 x 900 m dekat tepinya dan 350 x 200 m di dasarnya, atau 400 m di atas muka laut. Sebuah kawah kecil alin, dengan garis tengah 50 m…
G. Baturara adalah terpencil ini terletak di laut Flores, 50 km sebelah utara Pulau Lomblem tidak berpenghuni. Gunungapi ini bertipe strombolian dengan bukaan ke arah Timur. Kawahnya yang terletak di tengah pulau, adalah serupa bulan sabit berukuran 700 x 900 m deket terpinya dan 350 x 200 m di dasarnya, atau 400 m di atas muka laut. Sebuah kawah kecil lain, dengan garis lengah 50 m, ditemukan …
Danau Batur menempati bagian timur dan tenggara Kaki G. Batur pada zona di antara Kaldera I dan II. Bentuknya menyerupai bulan sabit dengan panjang lk. 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, keliling lk. 22 km dan luas lk, 16 km2. Tinggi permukaan danau 1031 meter diatas permukaan laut. Visual Kaldera dan Danau Batur sangat indah, ini menjadi daya tarik sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan.
G. Batur merupakan gunungapi aktif tipe A yang secara administratif terletak di Provinsi Bali. Wilayahnya meliputi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Bangli dan Singaraja. G. BAtur dan terutama sistem kalderanya sudah lama menarik para ahli geologi gunungapi untuk meneliti dan mengngkapkan fenomena geologi yang terjadi terutama dalam mekanisme pembentukan kaldera.
Gunungapi Batur merupakan gunungapi aktif yang sewaktu-waktu dapat meletus. Berdasarkan sejarah, kegiatan letusan G. Batur mulai diketahui 1804 dan terakhir meletus tahun 2000. Sejak tahun 1922 periode istirahat letusan G. Batur dominan pendek yaitu 1 tahun hingga 3 tahun, kecuali letusan tahun 1963 dan tahun 1994 dengan waktu istirahat masing-masing 37 tahun dan 20 tahun.
G. Batur adalah suatu gunungapi strato yang aktif terletak di P. Bali, Indonesia, dengan kaldera yang berbentuk baik dan besar yang pembentukannya berkolerasi dengan erupsi ignimbrit lk. 23.700 tahun yang lalu. Studi kami tentang stratigrafi dan geokimia gunungapi G. Batur mempelihatkan pembentukan kaldera ditandai oleh perubahan komposisi material erupsi basaltik dan andesitik sampai dasitik.