G. Rokatenda terakhir meletus tahun 1985, hal ini menunjukkan bahwa gunungapi ini tetap aktif yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas fumarol dan solfatar, sehingga perlu diwaspadai karena bentuk dan posisinya yang dikelilingi oleh perkampungan dengan jumlah penduduknya mencapai 10.609 jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut umumnya sulit atau keberatan untuk dipindahkan dengan alasan disamping…
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data - data geologi yang berhubungan dengan gunungapi tersebut yang didasarkan dari hasil penafsiran citra foto udara serta didukung dengan ceking/penelitian langsung di lapangan. Penelitian yang dilakukan meliputi aktivitas gunungapi tersebut, sebaran, posisi dan jenis batuan yang dihasilkan, morfologi yang dibangun dan struktur geologi yang berkem…
Gunung Boleng (Ileboleng) telah dipetakan puncaknya oleh Reksowirogo th 1972 yang meliputi kawah utama dan sebagian puncak bagian selatan, Reksowirogo th 1976 juga memetakan tubuh G. Ileboleng dan kampung - kampung sekitarnya dengan skala 1 : 20.000. Vegetasi tutupan sekitarnya didominasi oleh padang rumput. Pada pengukuran topografi situasi puncak (1988), keadaan kawah ileboleng, secara visua…
G. Api Tambora terletak di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tubuhnya menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar. G. Api ini termasuk gunungapi tipe A. Erupsi yang terkenal terjadi tahun 1815 yang mengakibatkan korban tewas sejumlah 92.000 orang, dimana 10.000 orang meninggal akibat langsung dari letusan dan selebihnya karena penyakit dan kelaparan selama bencana berlangsung.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan evolusi pembentukan gunungapi Egon dengan menggunakan berbagai data yang menunjang, baik berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (foto udara) serta ditunjang dengan analisis laboratorium. Dari berbagai data yang telah kami dapatkan dapat diketahui penyebaran batuan, stratigrafi, struktur geolog…
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian yang mencakup; Geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafinya sehingga dapat diketahui sejarah/evolusi pembentukan Gunungapi Egon tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang untuk penelitian selanjutnya terutama dalam pemetaan geologi, pemetaan daearah bahaya dan disiplin ilmu lainnya.
Dalam Pelita VI tahun anggaran 1998/1999 Tim Penyampaian Informasi Penyuluhan Gunungapi, Sub Dit Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan penyuluhan tentang kegiatan Gunungapi Iya dan dampak lingkungan yang dilakukan di Kecamatan Ende Selatan. Penyuluhan dilakukan pada bulan Mei 1998.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak. tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.