Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas sekitar 1,92 juta kilo meter persegi. Secara tataan geologis Indonesia sangat diuntugkan karena kesuburan tanahnya kaya dengan mineral logam dan non logam, minyak dan gas bumi serta bahan tambang lainnya sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian negara kita kaya dengan hasil-hasil tambang yang dapat dihunakan sebesar-besarnya untuk kemakm…
G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten. Sejak letusan terakhir 1992 hingga saat ini (2006), lebih kurang 14 tahun, G. Slamet belum pernah meletus. Berdasarkan catatan sejarah kegiatannya, masa istirahat terpendek adalah 1 tahun dan terpanjang adalah 53 tahun.
G. Slamet merupakan suatu "Land Mark" di Propinsi Jawa Tengah, karena merupakan gunungapi dan sekaligus merupakan gunung yang tertinggi di propinsi tersebut. Kerucutnya tampak simetris apabila dilihat dari sebelah timur, namun terlihat memanjang dari bagian utara dan selatan. G. Slamet secara administratif terletak di perbatasan Kabupaten Tk.
Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
G. Slamet (3432 m di atas permukaan laut) terletak di provinsi Jawa Tengah, termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes. Kegiatan yang tercatat dalam masa sejarah tidak pernah menyebabkan suatu bencana yang menimbulkan korban manusia. Letusan hanya menyebarkan pasir dan abu saja, hanya beberapa kali di antaranya yang disertai lava pijar. Sekalipun demikian…
Kegiatan yang dilakukan pada pemeriksaan puncak kali ini adalah, mengambil conto pasir pada setiap kawah, conto batuan, conto tanaman, pengukuran suhu fumarola/solfatara, pemeriksaan keadaan kawah sekarang serta pengambilan foto - foto.
Dengan maksud untuk mengetahui untuk mengetahui adanya perubahan akibat kegiatan Gunung Slamet pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya, perlu dilakukan pendakian ke puncak G. Slamet belum diamati secara tahap sehingga dengan adanya pemeriksaan secara periodik dapat diikuti perkembangan kegiatannya.
Pemetaan topografi daerah Barat Laut G.Slamet merupakan lanjutan dari pekerjaan terdahulu pada bulan Januari 1985. Sejak awal pemetaan topografi, dilakukan oleh penulis (tetap bekerja) sendiri, baik pemetaan topografi di lapangan, maupun proses pekerjaan di kantor, sedang pengkalkirannya dibantu oleh Sdr. B.Notosuwito.
Pada waktu mempelajari gejala gunungapi, selalu di luangkan waktu untuk memperhatikan gerak gerak kegunungapian, yang mungkin merupakan suatu petunjuk peramalan suatu letusan.