Si raksasa Lawu, yang samasekali lepas dari gunungapi lain, menjulang bagaikan suatu kerucut raksasa dari dataran Solo dan Madiun, menurut Prof. Veth agak dianaktirikan oleh para penyelidik Jawa. Hanya Junghuhn mendaki gunung ini dalam 1838 dan melukiskan masif gunungapi sesungguhnya secara teliti dan bersemangat. Pembahasan, yang oleh Veth disebut seperti dari seorang ahli, kini masih menggamb…
Dengan dipasangnya patok di lobang-lobang solfatara oleh pe-meriksa yang lebih dahulu yang seluruhnya berjumlah 21 buah mempermudah dan memperlancar pekerjaan kami. Karena dengan ada-nya patok tersebut kita dapat langsung mengetahui adanya peru-bahan suhu di tiap lobang dibanding dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
;Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas tgl.27 Pebruari 1980 No. 1604/P/80, No. 1603/P/1980, dan No. 1605/P/1980, penulis bersama Sdr. Subagiyo dan Sdr. Syahrazad Dahlan ditugaskan bekerja di G.Merapi. Penulis bersama Sdr. Subagiyo melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu G. Merapi, sedangkan Sdr. Syahrazad Dahlan ditugaskan menduga volume kubah lava G. Merapi tahun 1979 dibantu oleh Sdr. Seme…
Pada 21 Desember 1979 dengan SPD no. 1306/P/1979 dan no. 1305/P/1979 sdr. Ato Djuhara Wirasaputra dan saya ditugaskan ke G. Arjuno-Welirang untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pembuatan peta daerah bahayanya. G. Arjuno-Welirang adalah gunungapi Kembar di Jawa Timur
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Pemeriksaan G.Sleamet berupa pengukuran suhu dan melihat keadaan kawah untuk mengetahui kegiatan gunungapi pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya. Adapun alat yang dipakai dalam pemeriksaan ini diantaranya sebuah teropong, dua buah thermometer maksimum 400'C, kompas dan peta topografi kawah G.Selamet
Laporan pemeriksaan puncak Gunung Merapi meliputi pemeriksaan kawah seperti keadaan lerengg sebelah utara, lava dari tahun 1954-1957, Kawah Woro, dan Kawah Gendol, serta Lereng Gendol
Pada tanggal 7 Januari 1977 diketahui terdapat empat pilar yang telah dibagun di puncak merapi. Penugasan kali ini ilah melaksanakan pengukurannya. Pengukuran dilakukan pada musim kemarau untuk menghindari cuaca buruk
Kegiatan yang dilakukan pada pemeriksaan puncak kali ini adalah, mengambil conto pasir pada setiap kawah, conto batuan, conto tanaman, pengukuran suhu fumarola/solfatara, pemeriksaan keadaan kawah sekarang serta pengambilan foto - foto.
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.