Pada 25 Juni 1981, dengan SPPJ n. 761/P/1981, n. 762/P/1981, dan n.888/P/1981, S.Wikartadipura, M.S.Santoso dan A.D. Sumpena ditugaskan ke G.Salak Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Dalam Pelita IV tahun ketiga (1986 - 1987), Tim Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi (Seksi Penanggulangan Ba-haya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi) melakukan pemetaan ulang Daerah Bahaya G. Semeru.
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.
Sejalan dengan pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi, Tim pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi dalam tahun 9, Pelita IV, dilakukan pendataan kependudukan disamping kemungkinan terjadinya perubahan akibat pemanfaatan lingkungan disekitar daerah bahaya G.Tangkubanparahu.
G.Kelut terkenal sangat berbahaya karena letusannya selalu menelan banyak korban manusia. Asal dari bencana adalah adanya danau kawah di puncak gunung yang dilemparkan pada setiap letusan. Masa air ini bercampur dengan bahan vulkanik lepas turun sebagai aliran lumpur atau lahar letusan dan merusak segala yang dijumpainya.
Sebagai pelaksanaan kegiatan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi, Proyek Penyuluhan Vulkanologi (P2V) sejak 10 Mei hingga 24 Mei 1985 telah dilakukan pengumpulan informasi lapangan mengenai kependudukan dan pemukiman di dalam Darah Terlarang dan Daerah Bahaya G.Kelut.
Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.
Gunung Papandayan terletak dalam deretan gunungapi Priangan Selatan, hampir tepat sebelah selatan G.Guntur dan dihubungkan dengan tetangganya sebelah timur G.Cikuray yang menjulang tinggi puncaknya berbentuk kerucut.
Pemetaan daerah bahaya G.Sundoro ini merupakan pemetaan ulang dari hasil pemetaan daerah bahaya yang telah dilakukan oleh R.Hadian (1970). Penulis tersebut membagi zona daerah bahaya berdasarkan penampilan morfologi yang terdiri dari daerah bahaya dan daerah waspada.