G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan evolusi pembentukan gunungapi Egon dengan menggunakan berbagai data yang menunjang, baik berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (foto udara) serta ditunjang dengan analisis laboratorium. Dari berbagai data yang telah kami dapatkan dapat diketahui penyebaran batuan, stratigrafi, struktur geolog…
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian yang mencakup; Geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafinya sehingga dapat diketahui sejarah/evolusi pembentukan Gunungapi Egon tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang untuk penelitian selanjutnya terutama dalam pemetaan geologi, pemetaan daearah bahaya dan disiplin ilmu lainnya.
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …
Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
Dalam Pelita VI tahun anggaran 1998/1999 Tim Penyampaian Informasi Penyuluhan Gunungapi, Sub Dit Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan penyuluhan tentang kegiatan Gunungapi Iya dan dampak lingkungan yang dilakukan di Kecamatan Ende Selatan. Penyuluhan dilakukan pada bulan Mei 1998.
Kegiatan pengadaan dokumentasi dimaksud untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas Gunungapi Banda Api berikut keadaan lingkungannya (kependudukan, lahan usaha, prasarana dan sarana) disekitarnya. Data yang berhasil diperoleh berupa slide, foto, gambar, peta maupun video.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak. tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.