Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
Pengamatan visual terhadap gunung Kw.Ijen pada waktu pagi hari tampak jelas dan sore hingga malam hari sering tertutup kabut 0-II sampai 0-III.
Peninjauan dari Kawah Ijen telah dilangsungkan secara teratur. Hasil peninjauan itu telah digambarkan secara grafis. Apabila dibandingkan dengan tahun 1922, maka terlihat bahwa garis pembacaan skala ukuran dalam tahun 1923 menunjukan suatu perkembangan yang lain sama sekali daripada dalam tahun 1922.
daerah yang aken dipetakan moliputi luas sekitar 240 im persegi, termasuk vilayah Karesidenan Desuki. Keta keta yang terdekat anos to nanvuwangi, Jember dan Dendowose, masing masing terletak di so henah tenggara, baratdaya dan baratlaut dari daerah yang akan dipeta- kan. Peta kerja yang dipakai berkedar 1: 25.000.
Kawah Ijen dan G. Merapi merupakan dua gunungapi kembar( TAVERNE, 1926, h. 99 ), sedang NEUMANN VAN PADANG ( 1951, h.157 ), menulis, bahwa Kawah Ijen dibentuk oleh gunungapi kembar dengan G. Merapi yang telah padam, asal usulnya ditepi timur dari pinggir kaldera besar Ijen, kawahnya berben- tuk elips, karena perpindahan pipa kepundan. KKMMERLING (1921, h.58) mema- sukkan pula G. Papak, G. Wádo…
Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Pada tanggal 3 Nopember 1970, penulis diperintahkan oleh Kasi Pengawasan Gn. Api bertugas ke daerah Djawa Timur dengan S.P.P.D. No. 2271/S/1970. Setelah persiapan jang diperlukan selesai pada tgl. 5 Nopember 1970 berangkat kendaraan dinas D. 1571, bersama Sdr. Suparto S. dan Sdr. Tarmani sebagai pengemudi menuju jogjakarta.
Dari hal voluma pada benda2 lemparan volkanik lepas, me-lebihi pada ketinggian dari batuan2 lelehan. Dari sedjumlah Jang anat besar batu2 bom berputar dan lapili2 berpori, jang kasar2, bergigi tadjam dan petjahan2 permukaan dari aliran2 lava, maka kami DAPAT MENARIK KESIMPULAN, bahwa LETUSAN2 TJ)-RAK STROMBOLIAN, sudah terdjadi ber-ulang2.
The Kawah Ijen in East Jawa is also a volcano with a craterlake.