Rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1996 - 1997 membuat dokumentasi G. Kelut, Jawa Timur dan G. Merapi di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dokumentasi tersebut merupakan rekaman perkembangan wilayah sesudah letusan dan dokumentasi aktivitas gunungapinya.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Peningkatan kegiatan vulkanik G.Kelut (+1731 m) diawali oleh anomali jumlah gempa vulkanik sejak medio November 1989. Suhu air danau kawahnya naik secara lamban bersama waktu.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Maksud penulisan laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi kegiatan vulkanik G.Kelut saat ini, selama perioda November 1992 s/d 10 Maret 1993. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkaniknya hingga saat ini (selama Desember 1992 s/d Maret 1993)
Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Pendataan penduduk di sekitar G.Kelut tidak dilakukan di seluruh Kecamatan, atau Desa yang tercantum dalam peta Daerah Bahaya G.Kelut, dipilih daerah yang dianggap rawan. Pendataan yang dilakukan dapat mempersempit batasan Daerah Bahaya 1 dan Daerah Bahaya 2 yang tercantum dalam Peta Daerah Bahaya G.Kelut.
Penyuluhan bahaya lahar G.Kelut dilakukan dengan cara ceramah, juga disertai sajian rekaman video letusan gunungapi, letusan G.Galunggung th 1982/1983, dan contoh jenis - jenis bahaya akibat langsung gunungapi. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada malam hari dengan harapan yang hadir selain seluruh Aparat semua kecamatan dan desa yang bersangkutan, juga tokoh masyarakat setempat.