Dari Kampus ke Museum: Kolaborasi Inspiratif Bahas Masa Depan Hilirisasi Mineral Indonesia

Bandung, 9 Mei 2026 — Museum Geologi kembali memperkuat perannya sebagai institusi edukasi, kolaborasi, dan pengembangan ilmu kebumian melalui penyelenggaraan kegiatan Seminar GYPSSUM (Geology Present Sharing Session Umum) yang berlangsung di Auditorium Museum Geologi pada Sabtu (9/5). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Museum Geologi dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Geologi “ANTEDILUVIUM” Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEP Bandung).

Mengangkat tema “Hilirisasi Sumber Daya Mineral dan Batubara Menuju Ekonomi Kreatif dan Inovasi Bisnis Berkelanjutan di Indonesia”, seminar ini menjadi ruang dialog ilmiah yang mempertemukan akademisi, praktisi, serta generasi muda geologi untuk bersama-sama membahas masa depan pengelolaan sumber daya mineral dan batubara yang inovatif, berkelanjutan, dan bernilai tambah bagi bangsa.

Kegiatan ini didukung juga oleh perwakilan civitas akademik PEP Bandung melalui sambutan dari Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung yang diwakili oleh Dr. Ir. Adang Saputra, S.Si., S.T., M.Si., selaku Ketua Program Studi Teknologi Geologi PEP Bandung. Kemudian selaku tuan rumah Kepala Museum Geologi, Rd. Isnu Hajar Sulistyawan, S.T, M.T. pun memberikan sambutan.


Dalam sambutannya, Kepala Museum Geologi menyampaikan bahwa Museum Geologi merupakan “rumah bagi para geologist”, sebuah ruang belajar bersama yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mendalami ilmu kebumian. Beliau mengajak mahasiswa PEP Bandung sebagai calon ahli geologi masa depan untuk aktif berkunjung, memanfaatkan fasilitas museum, serta menggali pengetahuan dari berbagai program edukasi yang tersedia.

“Museum Geologi adalah rumah para geologist. Kami berharap mahasiswa dapat menjadikan museum ini sebagai ruang bertumbuh, belajar, dan memperkaya perspektif kebumian. Sebagai bagian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Museum Geologi juga siap memberikan nilai tambah dalam mendukung pelayanan edukasi bagi Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung,” ujar Isnu.

Seminar GYPSSUM tahun ini dihadiri oleh berbagai unsur mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Metalurgi (HMTM), Himpunan Mahasiswa Pertambangan (HMTP), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PEP Bandung, serta perwakilan PERHIMAGI (Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia) Regional Jawa Bagian Barat, dan mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi PEP Bandung.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, terutama saat sesi pemaparan materi oleh para narasumber yang membahas isu strategis terkait hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Asep Bahtiar Purnomo, S.T., M.T. dengan topik “Potensi Peran Engineers dalam Pemanfaatan Sumber Daya Mineral dan Batubara Ramah Lingkungan”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peran para insinyur dalam mengembangkan teknologi dan pendekatan yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sementara itu, materi kedua dibawakan oleh Dr. rer.nat. Ernowo, S.T., M.T. dengan tema “Sumber Daya Mineral: Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif”. Beliau mengulas bagaimana proses hilirisasi dapat menjadi penggerak ekonomi baru melalui penciptaan inovasi, peningkatan nilai tambah, serta pengembangan peluang bisnis berkelanjutan berbasis sumber daya alam Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Museum Geologi berharap dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam memperluas pemahaman mengenai geologi serta mendorong lahirnya generasi profesional yang siap menjawab tantangan sektor energi dan sumber daya mineral di masa depan.

Seminar GYPSSUM tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara institusi pendidikan dan Museum Geologi sebagai pusat edukasi kebumian nasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan inspirasi baru bagi para mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation
Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom.

Ikuti Berita Kami