Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Petrokimia batuan kompleks Gunungapi Dukono. Karena sampai saat ini data Petrokimia dari Gunung tersebut sangat kurang bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada. Data yang tersedia hanya berupa diagram - diagram K20 vs Si0 dan AFM dari suatu kumpulan data (Hutchison, 1982).
Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Sebagaimana telah dilaporkan pada laporan hasil pemetaan tahap pertama, G.Salak adalah gunungapi tipe strato pada tingkat kegiatan fumarola dengan ketinggian 2211 m di atas muka laut dan secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Sebagai realisasi rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi dalam tahun anggaran 1982/1983 Pelita ke III tahun ke 4, telah ditugaskan satu tim pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi untuk melakukan pemetaan geologi G. Salak. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, penyu- sunan stratigrafi dan struktur geologi ser…
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Penelitian petrokimia Gunungapi Gede adalah untuk mengetahui variasi komposisi kimia, mineralogi dari batuan yang dierupsikan oleh gunung tersebut baik yang dierupsikan dalam waktu sejarah maupun yang tidak tercatat dalam sejarah.
Pengukuran ini bertujuan untuk mendapatkan data SP yang akan dijadikan acuan metoda SP, bila suatu saat nanti terjadi suatu peningkatan aktivitasnya dan merupakan pendahuluan untuk pengamatan gunungapi Batur dengan metoda SP. Hasil pengukuran diperlihatkan berupa profil yang melintas secara radial, dimulai dari kaki gunung menuju kawah gunungapi tersebut. Profil yang telah dilakukan sebanyak 4 …
G. Karangetang atau dikenal G. Api Siau merupakan salah satu gunung api paling aktif di daerah Sulawesi Utara. Gunung api ini terletak pada Busur Kepulauan Sangir Talaud, Kabupaten Sangir, Provinsi Sulawesi Utara. Secara Geografis puncak G. Karangetang terletak pada posisi 02°47" Lintang Utara dan 125°29" Bujur Timur, dengan ketinggian Ik.1784.m di atas muka laut. Posisi G. Karangetang ini te…