Gunung Mahawu yang memiliki puncak lk. 1311 meter di atas permukaan laut, termasuk kedalam wilayah kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Posisi geografisnya terletak pada 1° 21' 30" LU dan 124° 51' 30' BT. Catatan sejarah letusan G. Mahawu, menurut Data Dasar Gunung api Indonesia, sebelum tahun. 1789 tercatat tiga kali letusan dari kawah pusat. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kegiata…
Pengukuran ini bertujuan untuk mendapatkan data SP yang akan dijadikan acuan metoda SP, bila suatu saat nanti terjadi suatu peningkatan aktivitasnya dan merupakan pendahuluan untuk pengamatan gunungapi Batur dengan metoda SP. Hasil pengukuran diperlihatkan berupa profil yang melintas secara radial, dimulai dari kaki gunung menuju kawah gunungapi tersebut. Profil yang telah dilakukan sebanyak 4 …
Sejarah kegiatan G. Guntur menunjukkan bahwa letusan besar magmatik terkahir yang mengahasilkan aliran lava terjadi pada 1840, sedangkan letusan berikutnya yaitu pada 1841, 1843 dan 1847 hanya disebutkan letusan sangat besar namun tidak dilaporkan adanya aliran lava. Jadi sejak 1840 hingga 2003 gunungapi ini telah mengalami masa istirahat selama 163 tahun yang berarti telah mencapai lebih dari …
Gunungapi Ebulobo di Nusa Tenggara Timur/Flores merupakan salah satu gunungapi yang mendapat perhatian, sehingga tim petrologi/geokimia dikirim untuk melakukan penelitian. Meoda penyelidikan ini dimaksudkan untuk meneropong perilaku perut gunungapi yang telah dan sedang berjalan. Pelaksanaan tugas ini mendapat pembiayaan dari APBN melalui Anggaran Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Ta…
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Petrokimia batuan kompleks Gunungapi Dukono. Karena sampai saat ini data Petrokimia dari Gunung tersebut sangat kurang bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada. Data yang tersedia hanya berupa diagram - diagram K20 vs Si0 dan AFM dari suatu kumpulan data (Hutchison, 1982).
Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Sebagaimana telah dilaporkan pada laporan hasil pemetaan tahap pertama, G.Salak adalah gunungapi tipe strato pada tingkat kegiatan fumarola dengan ketinggian 2211 m di atas muka laut dan secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Sebagai realisasi rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi dalam tahun anggaran 1982/1983 Pelita ke III tahun ke 4, telah ditugaskan satu tim pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi untuk melakukan pemetaan geologi G. Salak. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, penyu- sunan stratigrafi dan struktur geologi ser…
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.