Dalam pelita ke IV tahun ke-3 (1987/1988), bagian Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah melakukan pemetaan geologi G. Lawu. Proyek pemetaan ini dibiayaioleh ADB (Asian Development Bank - Bank Pembangunan Asia).
Dalam evaluasi penyelidikan yang dilakukan pada 25 Mei 1998 sampai 23 Juni 1998 ini adalah melakukan pengambilan data beda tinggi antara satu titik tetap terhadap titik tetap yang lain, dengan metoda sifat datar (leveling).
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.