Pemindahan sarana pemantauan seismik di G. Slamet telah dilakukan dan sesuai yang diharapkan. Lokasi stasion masing - masing di G. Cilik (1620 mdpl) dan di dekat puncak (3030 mdpl). Kemudian, hasil pemeriksaan kawah di puncak menunjukkan ada perubahan atau kelainan kegiatan dibandingkan hasil pemeriksaan pada waktu-waktu sebelumnya.
Pemantauan visual terhadap kawah yang aktif di Komplek Dieng merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan. pemantauan ini meliputi pengamatan visual, pengukuran suhu air, serta pengukuran suhu solfatara atau fumarola mutlak.
Data - data seismik selama Januari 1997 sampai Juni 1998 memperlihatkan bahwa di Komplek Dieng yang terekam hanya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal, sedangkan gempa vulkanik hanya satu kali terekam itupun hanya berupa gempa vulkanik type A.
Kegiatan gunungapi Sundoro di amati secara terus menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di Desa Gentingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Gunungapi Sundoro secara seismik diamati oleh satu set alat seismograf (MEQ.80).
Salah satu pelaksanaan dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh Staf Seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktroat Vulkanologi, pada tahun anggaran 1998/1999 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan G. Bromo baik secara visual maupun kegampaan, yang dilakukan pada bulan Agustus - September 1999.
Pengamatan visual ini tidak dilakukan pada seluruh kawah yang ada di Komplek Dieng, melainkan hanya dipilih pada delapan kawah yang cukup aktif yang ada pada lokasi Daerah Bahaya dan satu kawah di Daerah Waspada.
Pengamatan visual G. Dieng dilakukan pada pusat - pusat kegiatan vulkanik di Komplek Dieng seperti Kawah dan lapangan solfatara/fumarola. Pengukuran suhu solfatara dan air Kawah dilakukan satu kali dalam satu minggu pada lokasi Kawah Condrodimuko, Sinila, Sibanteng, Sikidang, Pakuwojo, Siglagah, Sileri, Bitingan, Pagerkandang, dan Sitimbang.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…