Gunungapi Marapi bertipe strato merupakan gunungapi paling aktif di Sumatra Barat. Gunungapi ini muncul pada jalur pegunungan Bukit Barisan dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 meter di atas permukaan laut atau lebih kurang 2000 meter di atas dataran Bukittinggi dengan posisi geografi 0° 22' 47,2" Lintang Selatan dan 100° 28' 16,71" Bujur Timur.
Gunungapi Dempo terletak di Propinsi Sumatra Selatan mencakup wilayah Kecamatan Pagar Alam, Jerai, Muara Pinang dan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Hanya sebagian kecil yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Bengkulu yaitu yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Muna. Secara geografi Gunungapi Dempo terletak pada garis 04° 02' Lintang Selatan dan 103° 08' Bujur Timur.
Untuk mengamati kegempaan G.Marapi digunakan seismograf jenis RTS PS-2 dan seismograf Hosaka sistem kabel. Seismometer kedua alat tersebut dipasang pada ketinggian kurang lebih 1600 dari permukaan laut. Stasiun penerima terletak di Pos PGA Batu Palano dan Pos PGA Bukittinggi.
Secara geografis Gunung Marapi (G. Marapi) terletak pada posisi 0°22′47,72" LS dan 100°28′16,71" BT termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 m dari permukaan laut atau sekitar 2000 m dari dataran kota terdekat Bukittinggi (Gb. 1).
Gunung Dempo adalah gunungapi tertinggi di Sumatera Selatan, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Alam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografi terletak pada 04° 02′ Lintang Selatan dan 103° 08′ Bujur Timur
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan vulkanik G.Gede tampak berupa tembusan solfatara/fumarola aktif pada sejumlah kawah di sekitar puncaknya. Kawah - kawah tersebut merupakan pusat - pusat kegiatan vulkanik/letusan G.Gede di masa lampau dan beberapa diantaranya masih aktif saat ini.
Maksud dari pembuatan dokumentasi Gunung api Karangetang ini adalah untuk melaksanakan salah satu kegiatan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api pada tahun anggaran 1998/1999, dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas gunung api itu sendiri, seperti penyebaran lava dan bentuk morfologinya
Daerah yang dipetakan terletak di Pulau Lombok utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah ini telah diselıdıkı secara regional, disamping ada juga secara khusus, tergantung keperluannya. Dengan demikian untuk mengetahui sejarah geologi komplek tersebut secara lebih rinci, diperlukan pemisahan-pemisahan batuan dan penyelidikan struktur geologi lebih teliti, dengan akan dapat dipelajari sejar…