Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metoda Sifat Datar Teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga beda tinggi antar Bench Mark (BM), dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya perioda Oktober 1998.
Dalam rangka usaha menekan korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan oleh bencana letusan gunung berapi, maka seksi pemetaan Topografi Sub Direktorat Pemetaan gunungapi dalam tahun anggaran 1999/2000 telah melaksanakan kegiatan pengukuran sifat datar teliti di Gunung Papandayan Jawa Barat.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.
Dalam penelitian ini, Regu Gaya Berat melakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Kawah Ijen, sedangkan Titik Acuannya (BASE) terletak di Pesanggrahan Sumberweringin, Bondowoso.
Kegiatan vulkanik G.Gede tampak berupa tembusan solfatara/fumarola aktif pada sejumlah kawah di sekitar puncaknya. Kawah - kawah tersebut merupakan pusat - pusat kegiatan vulkanik/letusan G.Gede di masa lampau dan beberapa diantaranya masih aktif saat ini.