Pemetaan G. Colo di P. Una-una salah satu rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunung api Proyek Pemetaan Geologi Gunung api untuk tahun 1983/1984. Karena letusan G. Galunggung, maka rencana tersebut baru bisa dilaksanakan Februari - Maret 1984. Bahaya lahar di sekitar G. Galunggung dalam tahun 1983 semakin meningkat sehingga keberangkatan tim ke G. Colo di tunda. Letusan G. Colo …
Pasca letusan G. Inelika 11 Januari 2002, telah merubah anggapan masyarakat setempat terhadap keberadaan G. Inelika yang sebelumnya hanya menganggap sebuah bukit (gunung) mati dan dapat diperlakukan apa saja, kini masyarakat telah sedikit banyak mulai ''memperhitungkan" keberadaanya, hal terbukti ketika Tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geolohi mewawancara mereka pada tanggal 27 da…
Selama ini seismisitas masih menjadi faktor terpenting dalam menentukan tingkat aktivitas menjelang krisis. Namun pada erupsi 2006, disamping data seismik, data EDM juga berperan dalam penentuan tingkat aktivita G. Merapi. Aktivitas baru yang mengarah ke letusan tanggal 14 Juni 2006 sebenarnya sudah terdeteksi dari perubahan yang nampak pada data pengukuran EDM dari Pos Babadan tahun 2003.
Keberadaan sebuah gunungapi di suatu wilayah membawa dua hal yang saling berlawanan. Keberadaannya bisa menguntungkan karena mendukung perekonomian penduduk sekitarnya baik dari bidang pertanian ataupun pariwisata. Tetapi dari sisi lain gunungapi juga menyimpan bahaya yang dapat merusak kehidupan.
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah timur kota Bandung. Nama Guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa Belanda DIndenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur, dan guruh.
Sejarah kegiatan G. Guntur menunjukkan bahwa letusan besar magmatik terkahir yang mengahasilkan aliran lava terjadi pada 1840, sedangkan letusan berikutnya yaitu pada 1841, 1843 dan 1847 hanya disebutkan letusan sangat besar namun tidak dilaporkan adanya aliran lava. Jadi sejak 1840 hingga 2003 gunungapi ini telah mengalami masa istirahat selama 163 tahun yang berarti telah mencapai lebih dari …
Gunungapi Raung atau Rawon termasuk gunungapi strato yang paling aktif, seperti gunung Merapi dan gunung Semeru, Tumbulah di sebelah Barat kompleks kaldera Ijen, termasuk di Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi propinsi Jawa Timur. Gunung raung merupakan gunungapi raksasa di bagian timur pulau jawa, yang memiliki kaldera di bagian puncaknya.
Gunungapi Patuha termasuk gunungapi tipe B (Neuman van Padang, 1951) yang terletak di wilayah kabupaten Bandung,Provinsi Jawa Barat, lk.80 km di selatan kota Bandung dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 2 jam. G. Patuha ini dapat dipandang sebagai Gunungapi Kembar (twin volcanoes) karena mempunyai dua buah kawah yakni Kawah Taman Saat atau sering disebut Patuha Kaler (terletak …
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif tipe A yang terletak di kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk.60 km disebelah Timur Kota Bandung. Nama guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa belanda Didenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur dan guruh.
Tujuan penyelidikan ini yaitu menghasilkan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Bobo yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi disekitar gunungapi akibat letusannya dan merupakan rekomendasi bagi Investor/Instansi pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detail tata ruang daerah disekitar Gunungapi Bobo, Kab. Ngada di …