The self potential is the one of the family of electrical methods it is the oldest of the geophysical techniques On Indonesian volcanoes the Self method began to carry out since 1978, under the cooperation between the French and the Indonesia team at Merapi volcano.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.
Pada bulan April - Mei 1985, dilakukan lagi pengukuran potensial diri jalur Gendol - Woro, setelah mengalami masa istirahat sejak Oktober 1984.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli dan September 1984 selama lebih kurang 1 1/2 bulan sehubungan dengan program Proyek Pengembangan Laboratorium Gunungapi, Direktorat Vulkanologi.
Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
Penyelidikan Gaya Berat G. Lamongan dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 9 Mei 1988, sebagai realisasi program Seksi Vulkanofisika yang merupakan kelanjutan penyelidikan Gaya Berat tahun 1987. Pada saat yang sama pula penyelidikan-penyelidikan dengan metoda lainnya (Seismik, Resistivity, Petrologi, Deformasi, Tilting dan Geokimia) terhadap objek yang sama.
Aktifitas Merapi 1992, mulai teramati secara visual dari pos Pengamatan Gunung Merapi sejak 20 Januari dengan hadirnya guguran - guguran lava pijar disisi barat daya puncak Merapi.