Kita tercengang oleh keganasan bom - bom atom yang menghancurkan Hirosima dan Nagasaki, tergemap oleh tenaga yang seribu kali lebih besar dari bom - bom zat air yang di Eniwetok dan Bikini diledakan namun ledakan - ledakan ini hanyalah mainan anak - anak, dibandingkan dengan sebuah esplosi yang telah berlangsung tujuh puluh lima tahun yang lalu. Senjata - senjata inti kita telah menghancurkan d…
Pemetaan topografi puncak G.Marapi Sumatra yang terbaru dilakukan oleh "Pegawai Dinas Gunung Berapi" pada tahun 1951 (peta pemeriksaan Gunung Merapi Sumatra).
Di Pulau Sumatera terdapat 30 buah gunungapi, ialah 10 buah tipe (9 di Pulau Sumatera, sebuah merupakan pulau - pulau kecil ialah G. Krakatau), 11 buah tipe B dan 9 tipe C. Jumlah ini adalah menurut Petroeschevsky dan Th. H. F. Klompe (1950). R. W. VAn Bemmelen (1949) menambahkan sebuah tipe c lagi menjadi 12, hingga jumlah seluruhnya adalah satu buah, sedang Van Bemmelen menghitung 2 buah lapa…
Kita tercengang oleh keganasan bom - bom atom yang menghancurkan Hirosjima dan Nagasaki, tergempa oleh tenaga yang seribu kali lebih besar dari bom - bom zat air yang di eniwetok dan bikini diledakan, namun ledakan -ledakan ini hanyalah mainan anak - anak, dibandingkan dengan sebuah esplosi yang telah berlangsung tujuh puluh lima tahun yang lalu. Senjata - senjata inti kita talah menghancurkan …
Tanda - tanda pertama dari suatu vegetasi yang di pantai sebelah timur - laut oleh penulis dalam tahun 1947 dan pada tanggal 9 Februari 1949 selama peninjauan dari udara, ternyata terdiri dari sejumlah 13 cemara : Casuarine equisetifolia L.
gunung api ini terletak di daerah Meurendoe dari wilayah Pidie, bagian Pantai Utara Aceh. Dalam bulan Agustus 1919 dari Pante Raja, terletak di Pantai Utara, tampak suatu ting asap di atas G. Peuet Sague.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, h. 153 - 154) gunungapi raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunungapi yang berjurus barat laut - tenggara.
Berdasarkan SPPD No.608/0441/3402/1987 dari tanggal 7 Hopem- ber 1987 sampai dengan 1 Desember 1987 yakni selama 25 (dua puluh lima) hari, penulis ditugaskan untuk melakukan pemerik saan/penyelidikan G. Ciremai secara visual.
Kelut volcano is located in East Java. Height above sea level 1731 m. This volcano is known as very dangerous, because its eruption always caused victims and destroyed arable land.
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengemba ngan Laboratorium Gunungapi Anggaron 1986-1987 maka dalam anggaran tersebut, rencana kerja Sus Ti Petrokimin ba than,air ddan gas G. Lamongan tertuju kepada G. Lamongann d an sekitarnya.