Untuk melihat kegiatan G. Sirung dari dekat, maka pada tgl 28 Oktober telah dilakukan pendakian ke Kawah G.Sirung. Perjalanan dilakukan dengan route Kp. Kaka-Kawah yang memerlkan waktu lk. 2 jam. Kemudian, dari hasil pengamatan gempa sejak September 1994, jumlah vulkanik di G. Sirung paling banyak 3 kejadian per bulan. Sedangkan gempa tektonik terekam seismograf paling banyak 5 kejadian per bul…
Untuk memantau kegiatan G. Batur telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, lokasi Pos lk. 3 km dari puncak G.Batur, di dinding Selatan Kaldera Batur. Pengamatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa disamping pengamatan visual. Pelaksanaan kerja kegiatan pokok pengamatan meliputi pengumpulan data, pengol…
Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan gempa G.Iliboleng periode Mei - Oktober 1994. Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kecepatan semu dan arah datang gelombang gempa yang terjadi pada periode tersebut. Data tersebut dibandingkan dengan data gempa sebelumnya sehingga diharapkan dapat memperoleh gambaran tingkat kegiatan G.Iliboleng pada periode Mei - Oktober 1994
Pos Pengamatan G.Rinjani dibangun pada tahun Anggaran 1993 - 1994, berfungsi sebagai Pos Pengamatan sejak Tgl. 27 Mei 1994, dengan dilengkapi 1 (satu) komponen seismograf PS-2 bersistem kabel. Lokasi Pos Pengamatan termasuk wilayah Desa Sembalun Lawang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.
G. Batur terletak dibagian dalam Kaldera Batur, di dalam Kaldera juga terdapat sebuah danau yang terletak disebelah Timur-Tenggara dari puncak G.Batur. Tinnggi puncak G.Batur 1717 m di atas muka laut. Untuk memantau kegiatan G. Batur saat sekarang maupun yang akan datang, telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang dilengkapi dengan satu unit seismograf, yang dioperasikan oleh 2 orang petugas.
Pengamatan gempa G.Rokatenda menggunakan seismograf telemetri model PS-2. Sub sistem pemancaranny yaitu seismometer, amplifier, vco, serta radio pancar berada di G.Rokatenda Pulau Palue, Kab. Sika lokasinya di Kp. Ona (lk. 2 km dari puncak), sedangkan subsistem penerima yaitu radio penerima, diskriminator dan rekorder berada di Pos Pengamatan, Kp. Ropa, di P.Flores, Kab. Ende.
Setelah kejadian gempabumi terasa Mauemere 12 Desember 1992, seismograf di Pos PGA Rokatenda dan di Pos - Pos Pengamatan Gunungapi lainnya di Kabupaten Flores Timur, seperti di Kelimutu, Leroboleng. Lewotobi dan Iya mengalami kerusakan. Dampak gempa bumi Maumere 12 Desember 1992, terhadap kegiatan gunungapi di Flores Timur khususnya G.Rokatenda tidak teramati, tetapi dari data gempabumi lokal a…
G. Lewotobi Laki-laki meletus terakhir pada 17 Pebruari dan 2 April 1990. Kegiatan sebelum letusan, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Kecuali pada pada 28 yang sampai dengan 30 Januari 1990 teramati hembusan asap, dapat dianggap sebagai gejala awal sebelum letusan. Sebelumnya tidak pernah tampak kepulan asap dari kawahnya.
Satu rentetan gempabumi vulkanil terjadi setelah letusan seminggu fraktik di Mandosawu. Kegempaan tersebut diikuti dengan cermat dan ditafsirkan kemudian sebagai indikasi perubahan tipe letusan dari fraktik Ternyata, magma menerobos hingga permukaan cikal-bakal G. Anak Ranakah. Bersama waktu ke magmatik. dan lava tersebut membangun bentuk kubah
Explosive eruption of Banda Api Volcano in Central Maluku on Mei 9, 1988 was characterized by throwing out of tephra from 6 eruption holes or craters stretched form North to the South. They were found in formed within 5 hours. This phenomenon is seldom active volcanoes in Indonesia. They have been followed by effusive of lava flow from 3 eruption holes which were located along Northern and Sout…