Penyelidikan Vulkanofisika akhir-akhir ini memfokuskan pada penyelidikan pada Potensial Diri yang merupakan keluarga metoda listrik. Metoda Potensial Diri mengukur perbedaan potensial alam sepanjang permukaan tanah. Pengukuran metoda ini sangat sederhana, praktis, dan relatif murah.
Sejak peningkatan kegiatan G. Kelut bulan Agustus 1973, perhatian terhadap salah satu gnungapi yang berbahaya itu sangat meningkat pula, yaitu dalam usaha pengumpulan data sehubungan dengan gejala kegiatannya.
Dalam rangka penyempurnaan pengamatan seismik di Gunung Kelut dalam bulan Juli hinggga Agustus telah dilakukan pemasangan kabel bawah tanah dari Bambingan sampai Margomulyo sepanjang 1k. 4000 meter.
Pemasangan seismograf Kinemetrics PS-2 dengan sistim tele-matri di Pos Pengamatan G. Kelut, dilakukan dengan tujuan meningkatkan sarana peralatan seismograf yang telah ada.
Sistem telementri G. Kelut bertujuan untuk mengetahui keadaan kawah terutama suhu, pH dan konduktifitas air danau kawah dengan cara jarak jauh yang dilengkapi sistem pancar.
The summit crater of Mt. Kelut, an andesitic volcano in East Java Indonesia, normally contains a lake with surface temperatures varying from 31 to 36 centigrade around inlet.
The The geophysical investigations of Mt. Kelud began to apply in 1978, initially with emphasis on geomagnetic survey. instrument used was the 595 Type Elsec Magnetometer with an accuracy of 18.
Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Sejalan dengan rencana kerja Proy.P2V untuk Tahun 1/1966 1967, Pelita IV, telah direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan lapangan di daerah-daerah sekitar dua gunungapi aktif di Jawa Timur, yaitu G.Kelut dan G.Semeru.