Untuk mengetahui perubahan situasi danau kawah G. Galunggung. Sebagaimana pembaca ketahui bahwa antara th. 1987 s/d 1988 telah terjadi kemarau yang cukup panjang. Oleh karena itu Kasi PETAPI menganggap perlu melakukan pengukuran kedalaman maupun situasi sekitarnya di gunung ini, guna mengetahui berapa volume air kawah pada saat ini.
Sebagai tindak lanjut monitoring pengukuran deformasi G. Lamongan telah dibuat lintasan pengukuran levelling sekitar Curah Buntu untuk arah utara-selatan dan timur-barat.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi G.Pulosari dan sekitarnya dilakukan pada bulan April 1997, dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Pelita VI Tahun Anggaran 1997/1998 tahun ke 3.
Maksud dan tujuan pemetaan topografi puncak/kawah adalah untuk mengetahui bentuk topografi disekitar puncak G.Sumbing pada Mei 1996, selain itu untuk menunjang keperluan data topografi dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Pemetaan puncak kawah G.Ijen adalah untuk mendapatkan peta situasi puncak dan kondisi topografi kawah pada saat ini, yang akan digunakan oleh berbagai disiplin ilmu yang akan meneliti kegunungapian selain itu untuk dapat mengetahui bentuk perubahan topografi (jika ada) disekitar G.Ijen dibanding dengan peta topografi yang lalu (tahun 1936, tahun 1938).
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Dit. Pemetaan gunungapi tahun anggaran 1994/1995 pada sesion kedua melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak G. Arjuna-Welirang di Jawa Timur. Tujuannya untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak G. Arjuna-Welirang guna menunjang berbagai disiplin ilmu dilingkungan Direktorat Vulkanologi dalam rangka Penelitian/Pemetaan geologi/Pemetaan daerah bahay…
Metode pengukuran situasi topografi dilakukan dengan cara spring station atau lebih dikenal dengan sistem loncat kijang. Pembacaan alat dilakukan dengan cara seri yaitu dibaca biasa dan luar biasa hal ini dimaksud untuk menghindari kesalahan pembacaan sekecil mungkin sehingga hasil petanya mencapai tingkat akurasi yang baik.
Untuk memperoleh gambaran deformasi G. Guntur, dilakukan pengukuran deformasi dengan ungkit kering pada setiap titik ukur yang sudah terpasang sebelumnya. Sebagai bahan bandingan diperoleh informasi bahwa terdapat pula data kegempaan di gunung Guntur ini.
Terhitung dari tanggal 27 Juni sampai dengan Juli 1992 telah diukur enam stasiun deformasi disekitar G.Gede masing-masing satu kali, kecuali stasiun deformasi Taman Cibodas diukur 2 kali. Keenam stasiun yang telah diukur tersebut ialah : St. Taman Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati, dan St. Situgunung.
Pengukuran ungkit kering dilakukan untuk menunjang penelitian kegiatan gunungapi sampai sejauh mana hasil yang diperoleh. Banyaknya stasiun di G.Gede yang diukur ada 6 (enam) lokasi ialah : St. Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati dan St. Situgunung. Kemudian di G. Cireme sebanyak 6 (enam) stasiun juga, yaitu St. Palutungan, St. Linggarjati, St. Argalingga, St. Cibun…